Selasa, 28 April 2009

Feminisme atau Emansipasi ?

Apa itu Feminisme ?

gerakan, tindakan ataupun perilaku yang bersifat Pembebasan terhadap ketidak adilan atau diskriminasi terhadap perempuan yang berhubungan dengan jenis kelamin . itu arti feminis menurut saya. Gerakan feminisme pertama kali dicetuskan di negara barat oleh Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis den Condorcet yang berjuang untuk pendidikan perempuan. sedangkan di Indonesia sejarah feminisme dimulai pada abad ke-18 oleh RA.Kartini, dimana beliau memperjuangkan ( lewat korespondensi dengan salah seorang sahabat penanya ) hak-hak kaum perempuan pada masa itu yang sangat terbelenggu. di negara barat gerakan feminisme berlahan-lahan bermakna negatif , mereka kerap kali melakukan tindakan-tindakan yang radikal yang menolak penindasan perempuan secara vulgar seperti penolakan memakai bra, melegalkan aborsi dan sex bebas. Gelombang feminisme radikal di negara barat berkembang sekitar tahun 60-70an. Feminis radikal yang lahir pada era 60-70an pada dasarnya mempunyai 3 pokok pikiran sebagai berikut: 1. Bahwa perempuan mengalami penindasan, dan yang menindas adalah laki-lakii. Kekuasaan laki-laki ini harus dikenali dan dimengerti, dan tidak boleh direduksi menjadi kekuasaan kapitalis, misalnya. 2. Bahwa perbedaan gender yang sering disebut maskulin dan feminin sepenuhnya adalah konstruksi sosial atau diciptakan oleh masyarakat, sebenarnya tidak atas dasar perbedaan alami perempuan dan laki-laki. Maka yang diperlukan adalah penghapusan peran perempuan dan laki-laki yang diciptakan oleh masyarakat di atas tadi. 3.Bahwa penindasan oleh laki-laki adalah yang paling utama dari seluruh bentuk penindasan lainnya, di mana hal ini menjadi suatu pola penindasan.

Maryam Jameelah dalam bukunya, Islam dan Modernisme menggambarkan hubungan erat arus feminisme dengan para missionaris-orientalis. Pikiran bahwa pengekangan dan pembatasan gerak perempuan termasuk sebab kemunduran Islam telah menginspirasi Qasim Amin untuk menulis buku pada ahun 1901 yang pertama kali menyerang konsep perempuan dalam Islam, The New Women. Menurut Qasim Amin, salah satu sebab kemunduran umat Islam adalah hilangnya keadilan sosial dalam masyarakat yang dalam ini bermula pada rumah tangga, wanita terbelenggu dalam rumah, tidak dijinkan untuk bekerja, diabaikan perasaanya dan hanya sebatas pemuas nafsu. maka dari itu, Qasim Amin menawarkan pendidikan barat sekular yagn menjadikan prempuan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan tidak lagi tergantung dari laki laki.

Bagaimana dengan di Indonesia ?, istilah feminisme masih merupakan wacana baru, seorang ahli filsafat Universitas Indonesia Dr.Gadis Arivia. Gadis adalah pendiri yayasan Jurnal Perempuan, yayasan jurnal perempuan berkecimpung dalam memperjuangkan hak/pembebasan perempuan secara total.Bahwa indonesia yang mewarisi budaya patriaki. budaya ini menciptakan mindset perempuan Indonesia dimana mereka tidak lagi memiliki hak atas tubuh mereka sendiri, contohnya seperti keputusan dalam hal reproduksi dan seks . laki-laki (pasangan hidup ) adalah pemimpin dalam rumah tangga dan keputusan pemimpin adalah absolut, tampa kompromi. Di lain sisi, Wardah Hafidz, menyerukan feminisme sebagai budaya tandingan (counter culture) karena secara tajam ia menggugat atau menantang nilai nilai baku dalam masyarakatnya. Ssesungguhnya budaya tandingan semacam ini sebuah peringatan bahwa pranata sosial dalam masyarakat sedang goyah, sistem pendukung kultural mitos dan simbol tidak lagi berfungsi sebagaimana harusnya, dan keprcayaan atas itu semua telah mati.Para intelektual perempuan indonesia ini berjuang dalam gerakan yang intinya adalah membebaskan kaum perempuan dari diskriminasi yang diciptakan oleh budaya. bahwa perempuan indonesia berhak untuk mengembangkan potensi positif yang mereka miliki baik itu dalam kehidupan rumah tangga,karir ataupun sosial kemasyarakatan. kaum perempuan berhak bicara untuk mengemukakan pendapat.

Di masa sekarang mungkin ada beberapa gerakan feminisme yang bersifat radikal mulai tumbuh di Indonesia.Sama seperti yang pernah tumbuh di negara eropa pada era 60-70an.pembebasan perempuan secara mutlak sehingga menjurus kearah feminis yang vulgar. karena tetap saja adat ketimuran kita yang walau bagaimanapun tidak bisa dilepaskan begitu saja mengakibatkan feminis radikal di indonesia bersifat underground. Sejatinya apapun istilahnya, feminisme menurut saya adalah emansipasi. perempuan indonesia harus merdeka dari diskriminasi , tapi jangan sampai kita melupakan sejatinya kita sebagai Wanita.

Minggu, 26 April 2009

"Door Duistermis Tot Licht "

Bulan April semua wanita indonesia tahu bahwa ini adalah bulannya Wanita, tanggal 21 April yang lalu wanita indonesia memperingati hari Kartini " A woman leader " untuk perubahan perempuan Indonesia melalui bukunya yang berjudul " Habis Gelap Terbitlah Terang " atau " Door Duistermis Tot Licht" . Buku ini adalah kumpulan surat-surat yang ditulis RA.Kartini pada sahabatnya JH.Abendanon, surat-surat kartini yang berisi curahan hati seorang perempuan jawa ningrat yang masih terkungkung oleh aturan- aturan yang membelenggu. Kenapa perempuan hanya boleh dirumah, menjadi istri yang "mengabdi" serta kenapa perempuan diberi batasan dalam pengetahuan. Padahal menurut Kartini ditangan seorang perempuanlah kemajuan dan kehancuran suatu bangsa tercipta. Dalam suratnya yang lain Kartini juga menulis komentar kritisnya tentang agama. Bahwa kenapa kitab suci hanya dilafalkan dan dihafalkan tampa harus dipahami, bahwa kenapa agama dijadikan alasan seseorang untuk berselisih dengan orang lain padahal" agama harus menjaga kita dari berbuat dosa...tapi berapa banyak dosa dibuat orang atas nama agama". Serta alasan kenapa laki-laki mencari pembenaran lewat agama dalam hal poligami. Dari seorang Kartini sungguh kita bisa belajar akan "kemandirian sederhana " seorang perempuan.

Nah....lihatlah perempuan indonesia sekarang. seandainya Kartini masih hidup entah beliau akan tersenyum ataukah menangis sedih. Kalau kita melihat perempuan Indonesia saat ini wow.....!!. Hampir segala aspek kehidupan perempuan mampu nenunjukan eksistensinya, bahkan di dunia yang nyaris hanya "milik" kaum pria sekalipun. Perempuan yang cerdas dan mandiri. Hanya sayang menurut saya, sepertinya sekarang arah kemandirian perempuan mulai bergeser kepada keegoisan perempuan, hingga ada ( saya tidak menyebut banyak ) yang pada akhirnya melenceng jauh dari impian seorang kartini. contoh kecilnya , banyak anak-anak muda kita yang menjadi korban narkoba yang mungkin salah satu pemicunya adalah ketidak harmonisan kedua orang tuanya, dimana sang ibu tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai "ibu" bagi anak-anaknya karena sibuk bekerja. Ada perempuan mandiri yang memutuskan untuk tidak menikah karena merasa mampu menghidupi diri sendiri ( sayangnya mereka memilih untuk hidup tampa ikatan pernikahan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya ). Tapi diatas semua itu sejujurnya saya bangga sebagai perempuan indonesia melihat kemajuan yang dicapai mereka saat ini.

Bagi saya pribadi, kemandirian itu amat sangat penting untuk perempuan saat ini, dalam artian bahwa benar kita harus mampu menjalani dan mengatasi hidup kita sendiri sebaik mungkin, dan untuk itu seorang perempuan haruslah cerdas, dengan kecerdasan diharapkan akan muncul kearifan hidup. kemandirian bukan berati kesombongan, karena Perempuan juga adalah makhluk "homo sapiens"yang perlu manusia lain di sekelilingnya. dan satu lagi...menurut saya perempuan harus mampu menentukan sikap dan bertanggung jawab atasnya.sebagai contoh saya akan menceritakan diri saya sendiri. Saya perempuan 31 tahun, bekerja dan lajang, dan anda tahu bagaimana pandangan masyarakat tentang usia saya dan status kelajangan saya ( saya tinggal di daerah ), tapi saya tidak peduli , saya memiliki sikap yang jelas dalam hal ini, bahwa kelak saya akan menikah dengan pria yang mau menjadi partner hidup yang baik satu sama lain.saya tidak mau menikah karena orang lain saya mau menikah karena keinginan saya sendiri.akan sangat baik menurut saya ketika seorang perempuan tersebut berprestasi dalam karirnya tapi juga berprestasi dalam "kehidupan".

Selamat hari Kartini untuk seluruh perempuan indonesia.


Jumat, 24 April 2009

Prakata

saya termasuk salah satu yang terlambat mengenal Blog , maklumlah ketika itu saya hanya berpikir bahwa internet adalah chatting, browsing dan e-mail. sebenernya saya telah mengetahui apa itu dan manfaat dari blog, tapi hanya sekedar tahu tanpa ingin memamfaatkan sarana blog. Dan ketika saya iseng-iseng mencoba masuk ke dalam situs blogspot dan registrasi .....hmmm seketika muncul banyak ide yang mungkin bisa saya tuangkan lewat blog. Saya suka menulis ( walaupun apa yang saya tulis adalah hal-hal spontanitas alias tanpa konsep ), saya juga ingin suatu hari nanti bisa mengenalkan bisnis kecil-kecilan yang saat ini coba saya rintis ( dan ternyata untuk memulai berbisnis itu tidaklah mudah , sekali lagi lewat blog saya bisa sharring dengan teman-teman blogger yang telah sukses merintis sebuah bisnis rumahan seperti saya ).
Keinginan untuk memiliki blog sebenarnya berawal dari salah seorang teman, lewat YM dia menulis pesan untuk membaca dan memberi comment tentang tulisan di blognya mangadon@blogspot.com. di blog teman saya menulis tentang kegiataannya selama mengikuti syuting Program Wira Usaha Mandiri , sebuah acara yang memberi inspirasi bagi para calon wirausaha muda.dan topik blognya adalah tentang wirausaha muda yang sukses berbisnis lewat blog.
Dari situ saya mulai berpikir ...wow sepertinya saya harus mengikuti jejak teman saya , memiliki blog sendiri dan memanfaatkan fasilitas yang diberikan blog ini untuk kepentingan usaha saya nanti.
Demikian prakata singkat dari saya, salam kenal buat blogger semua.