Senin, 27 Agustus 2012
CERITA SAKIT HATI
Pernah merasakan patah hati ? pernah tapi itu duluuu sekali ( saat aku masih unyu *_* ), yang belum lama aku rasakan adalah sakit hati ( coba bandingin kacau mana antara patah hati dengan sakit hati pembaca ? ). Seumur hidup hingga usia 33 tahun aku dekat dengan 2 pria ( yang bukan muhrim tentunya *_*), sebenarnya 3 sih, tapi yang pertama berhubung ia yang bikin aku patah hati lebih baik tidak usah aku ceritakan detailnya , patah hati tingkat akut sebenarnya karena dia pergi jauhhhhh , sebenarnya kami tidak pernah mengikrarkan bahwa kami adalah sepasang kekasih, tapi kami begitu tergantung satu sama lain saat itu, dia teman berbagi, kami bertumbuh bersama dari kecil ( stop sampai disini ya pembaca ….sedih …).
Aku ingin bercerita tentang dua pria yang pernah dekat denganku. Pertama sebut saja intial “A”. aku mengenal A dari kecil ( secara dia teman SD ku pembaca ), tapi kami baru akrab ketika kami SMU kelas 2. Kami memiliki kelompok yang terdiri dari 4 orang, aku, A dan 2 orang teman SD kami yang lain. Hari-hari kami ketika itu hanya dipenuhi dengan main….main….main…. dan yang aku rasakan saat itu adalah BETAPA INDAHNYA PERTEMANAN KAMI , tidak ada perasaan lain selain itu apalagi CINTA ….jauh pembaca !. hampir setiap hari di masa SMU kami dihabiskan dengan menyempatkan waktu berkumpul entah itu dirumahku, rumah A dan rumah 2 teman kami . tentu saja aku menyayanginya juga menyayangi 2 temanku itu. Sampai akhirnya masa SMU harus berakhir, 3 orang termasuk aku meneruskan studi di luar kota berbeda sedang 1 teman kami tetap tinggal dikota kami. Semenjak itu karena kesibukan tahun pertama kuliah kami satu sama lain jarang berkomunikasi ( maklum saat itu belum kenal teknologi bernama Handphone ).praktis 2 tahun aku dan A hilang kontak .sampai akhirnya kira kira tahun 97 secara tidak sengaja kami bertemu di terminal kota tempat aku kuliah , ternyata dia baru saja memulai kuliah sebagai mahasiswa baru di kota ini. Kami pun pelan pelan mulai dekat lagi, dia mengenal sedikit temanku dan aku pun mengenal banyak temannya. Sampai saat itupun tidak ada perasaan istimewa di hati selain Bahagia bisa dekat dengan sahabat yang sedemikian baik. Jangan bayangkan bagaimana bentuk pertemanan kami pembaca, kami dekat sangat dekat tapi kami saling menghargai ( hingga kami memutuskan jadian belum pernah satu kalipun dia memegang tanganku apalagi yg lainnya ). Sampai akhirnya ketika kami tengah berkumpul bersama teman teman kuliah si A, salah seorang teman berkata “ kenapa kalian tidak jadian saja ?”, kami berpandangan tersenyum ,si A bertanya “ jadian ?”, dengan enteng tampa memikirkan apapun aku mengganggguk ( ini bukan hanya unyu tapi lebih mirip …bego pembaca !).
Kebersamaan kami yang kata nya sudah resmi jadian berjalan tak ada bedanya dengan sebelum kami resmi ( tepatnya dipaksa ) jadian. Tidak seperti pasangan pada umumnya, saat itu aku yang masih memiliki banyak teman ( diluar komunitasnya ) dan mungkin lebih asyik bergaul dengan teman-temanku saat itu. Oya…! Kami pernah berciuman bibir pembaca …sekali ! *_* dan rasanya saat itu …..biasa ! ( aku yang aneh…bego …frigit ato apa yah ?). kebetulan juga aku terlahir sebagai anak yang keras kepala dan kurang sabaran ,jadi selama aku jalan dengan si A tidak ada yang berubah dengan ku secara keseluruhan, aku yang saat itu masih 23 tahun dan terbiasa melakukan apapun sendiri ( kadang-kadang sih temen membantu ) hingga sampai pada satu titik aku berkesimpulan “ kayaknya mending single lagi deh “. Apalagi saat itu keluargaku tengah mengalami masalah besar ( adikku sakit dan akhirnya meninggal) serta kuliahku yang hampir selesai , dan berangan-angan untuk memulai bekerja di kota besar ( Jakarta ). Tapi ada satu peristiwa yang membuat keputusanku semakin kuat .Si A berbohong , lebih tepatnya Cerhat tentang kegelisahannya menjalani hubungannya denganku. Tapi buatku ia sudah bohong.dulu aku pernah berkata “ kamu harus jujur apapun yang berhubungan dengan aku ya….jangan pernah aku tahu dari orang lain, itu buat aku sedih”. Akhirnya aku harus tahu dari temanku ( jadi si A curhat dengan temanku itu ). OKE !...aku sedih saat itu, sedih bukan karena patah hati pembaca, tapi karena sakit hati dibohongi. Singkat cerita aku bicara baik-baik dengannya dan aku putuskan dia. Tau perasaanku saat itu….LEGA *_*. Dan walaupun agak memakan waktu aku berusaha tetap berteman dengannya , karena ia tetaplah sahabat yang baik buatku.hingga sekarang detik ini.
Setelah itu bertahun tahun aku sama sekali tidak memiliki fikiran memiliki pasangan, apalagi akhirnya awal 2002 aku berhasil mendapat pekerjaan di Jakarta dan hari hariku kemudian sibuk dengan aktifitas bekerja (tau sendiri kan ritme Jakarta *_*) serta menemukan teman-teman baru yang kebetulan juga tidak terlalu memusingkan masalah JOMBLO. 4 tahun berlalu sampai akhirnya aku memutuskan untuk mencari pekerjaan di kota yang aku bisa lebih dekat dengan kedua orang tuaku. Walaupun untuk itu harus kukubur dalam dalam impian ku memiliki karir di tempat yang aku sukai. Dengan susah payah ( kalau bukan berkat sifat keras kepalaku ) akhirnya aku mendapat pekerjaan …yah walaupun sangat jauh dari harapan . 1 ,5 tahun kepulanganku dari Jakarta adalah tahun tahun penuh perjuangan , gaji kecil, sulitnya mendapat pekerjaan yang aku sukai . akhirnya aku memutuskan pulang kampung dan bekerja di perusahaan local sambil dirumah aku coba-coba bikin usaha kotak kado yang aku titip jual salah seorang teman di jogja. Di kampung hanya sekitar 6 bulan sampai akhirnya aku dihubungi seorang teman kuliah dulu “ kamu mau kerja di jogja , kontraktor besar dari Jakarta “ dan tanpa pikir panjang OKE !.
Singkat cerita aku balik lagi ke jogja, nahh….disanalah aku bertemu dengan si B. pertama bertemu tidak ada kesan apapun terhadapnya, laki-laki putih,sipit mirip cina ( yang bukan tipeku banget! ) apalagi dia lebih muda dari aku ( yg dibelakang hari aku tau aku lebih tua 2 tahun darinya). Mungkin karena hampir tiap hari kami bertemu atau karena aku yang terlihat baik hati , lebih banyak ngemong teman-teman kerja ku yang nota bene banyak yang lebih muda dari aku. Makin hari makin hari kami semakin dekat semakin dekat . hampir semua cerita tentang si A dan masa lalunya tak luput diceritakan ( yang sebenernya gak penting tapi kok aku bego aja ya ngedengerin *_* ). Mungkin bisa tiap hari ia mampir ke kosku sepulang kerja, sms, telepon . dan cerita dimulai ketika project selesai dan teman-teman mulai keluar, si B yang juga mulai memutuskan untuk keluar rumah dan mengontrak rumah . mulai dari sini aku mulai belajar fase yang agak sedikit melenceng alias tidak lurus dalam menjalani sebuah hubungan. Awalnya hanya sentuhan fisik ditempat yang wajar lama kelamaan keenakan ( tapi masih bersyukur hingga detik ini masih terjaga apa yang seharusnya dijaga, walaupun kadang diumurku yang sekarang ini aku ingin sekali merasakan rasanya hamil…..ASTAGA PINGIN HAMIL KOK TAMPA NIKAH!).
Sejujurnya dalam hati aku tidak berharap yang terlalu muluk, sering aku bilang ketika kami tengah bersama “ nanti kalau kita pisahan atau kamu dekat dengan siapa kamu cerita ya….mungkin aku sedih tapi paling dua tiga hari aku bawa ke 21 atau gramedia udah sembuh”, si B bilang “ kamu bisa sedih apa ?” ,ya tentu sedih lah tapi aku kan bukan bocah naïf . bersama si B aku belajar banyak. Aku yang acuh tidak peduli belajar untuk peduli , aku yang enggan mendengarkan bellajar mau mendengarkan, aku yang keras kepala belajar untuk tidak bebal ( aku tidak tahu apakah ia juga belajar selama denganku *_*). Aku mengenalnya ketika ia tengah mencari cari hakikat TUHAN nya, dan aku bukanlah jenis manusia penceramah, yang bisa aku lakukan hanya berdoa (tiap aku selesai sholat, biasanya aku hanya meminta pada ALLAH ku 3 hal : dijaga kedua orang tuaku, dijaga aku dan doa untuk Almarhum/mah yang kusayangi ) semenjak dekat dengannya aku berdoa semoga ALLAH ku mengulurkan tangan-NYA ,membimbingnya ( dan aku tak peduli bila jalan menuju ke sana lewat orang lain ).ketika sakitnya aku ingin ALLAH menyembuhkannya . dan aku adalah manusia yang sangat percaya pada kekuatan DOA.
Dan ketika hubungan kami menginjak tahun ke-3 , sepertinya aku mulai merasa tidak nyaman,tidak bisa kalau terus menerus seperti ini, harus ada akhir yang jelas. Awalnya sangat sulit, ada rasa takut kehilangan , saat ini bisa dikatakan aku tidak memiliki teman di jogja, walaupun kalau mau jujur support yang ia berikan tidaklah terlalu berarti buatku yang telah bertahun-tahun terbiasa mandiri. Akhirnya saat itupun tiba …. Suatu malam setelah sebelumnya kami tidur bersama, kuberanikan diri membuka pembicaraan. Dan seperti dugaanku si B bukan tipe pria yang menginginkan sebuah komitmen.oke….mari kita move on ( walaupun selama dengannya aku merasa aku tidaklah mencintainya , buatku untuk cinta membutuhkan alasan yang besar, tapi aku menyayanginya).tapi tahukah pembaca satu satunya alasan yang membuat aku sakit hati , ketika ia mengatakan “ perempuan yang ideal menurutku adalah yang lebih muda dari aku “… astaga! Kemane aje lu....dari awal kan udah tau kalo aku lebih tua 2 tahun !, dan buatku ini bukan hanya kebohongan tapi juga ia sudah membodohiku.
Fase ini membuatku belajar banyak pembaca,tentang bagaimana seharusnya menyikapi sebuah hubungan. Bersyukurlah aku bisa memiliki pengalaman seperti ini, bukankah hidup ini hakekatnya adalah bagaimana kita belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari ?. dan untuk itu jangan kita takut salah.
BE BETTER DAY BY DAY *_*
Selasa, 20 Maret 2012
uppsss.... setelah aku buka kembali, ternyata hampir 11 bulan sudah tangan ini mati karya ( haha..sok lu ta!, emang biasanya tanganmu dipake buat berkarya ?.. ** ). maksud aku sudah lama juga ya aku tidak posting tulisan lagi, sebelas bulan lalu masih agak lumayan tangan dan isi otak agak bisa diajak kompromi, entah itu tulisan yang bermaksud ataupun tulisan yang tampa maksud ( hehehe....seringan sih tulisanku belum terarah, gak jelas alurnya apalagi maksud dan tujuan ..hahaha tapi gak papa lah yang penting nulis ! ).
dulu pernah terlintas betapa aku pingin bisa menulis sesuatu yang lebih berbentuk ( buku cuy ....), ingin bisa menulis sesuatu tentang diri sendiri sebenernya. karena kalau aku pikir-pikir cerita hidupku cukup menarik ( buatku sih...gak tau buat orang lain), menceritakan sisi lain dari seorang "aku " yang mungkin orang-orang terdekatpun belum tentu tau. tapi kok setelah aku pikir ulang " sama aja dong kaya aku nulis diary trus dijilid dan dikasih judul "... tidakkk.
atau suatu saat bisa menulis sesuatu yang bisa memberi inspirasi buat orang lain, menulis tentang dunia perempuan ( khusus yang ini sih aku masih harus belajar, coz aku tau diri dengan keterbatasanku tentang perempuan , itu karena walaupun aku perempuan aku selalu berpikir bahwa aku tidak ingin sama seperti perempuan-perempuan lain pada umumnya ... ini agak aneh ya ? ). aha...! kenapa aku tidak mencoba menulis sisi lain yang berbeda dari seorang perempauan dengan mengumpamakan diri sendiri? ( ide bagus ! ** ).
baiklah.... ijinkan aku untuk mencari kemudian bisa menuangkannnya ke sebuah narasi yang bisa dinikmati oleh orang lain.
aku pamit dulu....byee
love u blogger !
dulu pernah terlintas betapa aku pingin bisa menulis sesuatu yang lebih berbentuk ( buku cuy ....), ingin bisa menulis sesuatu tentang diri sendiri sebenernya. karena kalau aku pikir-pikir cerita hidupku cukup menarik ( buatku sih...gak tau buat orang lain), menceritakan sisi lain dari seorang "aku " yang mungkin orang-orang terdekatpun belum tentu tau. tapi kok setelah aku pikir ulang " sama aja dong kaya aku nulis diary trus dijilid dan dikasih judul "... tidakkk.
atau suatu saat bisa menulis sesuatu yang bisa memberi inspirasi buat orang lain, menulis tentang dunia perempuan ( khusus yang ini sih aku masih harus belajar, coz aku tau diri dengan keterbatasanku tentang perempuan , itu karena walaupun aku perempuan aku selalu berpikir bahwa aku tidak ingin sama seperti perempuan-perempuan lain pada umumnya ... ini agak aneh ya ? ). aha...! kenapa aku tidak mencoba menulis sisi lain yang berbeda dari seorang perempauan dengan mengumpamakan diri sendiri? ( ide bagus ! ** ).
baiklah.... ijinkan aku untuk mencari kemudian bisa menuangkannnya ke sebuah narasi yang bisa dinikmati oleh orang lain.
aku pamit dulu....byee
love u blogger !
Sabtu, 16 April 2011
BAB I ...MASIH TAMPA JUDUL
Sekar tertunduk merenung di balik sel di sebuah penjara wanita Shansui Kota Guangzhou propinsi ghuan dong Cina. Setetes air mata mengalir di wajahnya yang masih menyisakan sisa sisa keayuan di masa muda, pelan-pelan perempuan jawa berusia 34 tahun itu menyeka wajahnya yang seakan tak bisa kering dari air mata. “ cepat bersiap , sebentar lagi kamu harus mengikuti sidang terakhirmu ” , sipir penjara bernama Liang Shaolin berkata dengan nada datar, Liang sipir penjara berusia kurang lebih 40 nan tahun , walaupun begitu tubuhnya masih terlihat bugar, berwajah bulat oriental , Liang Shaolin dikenal sebagai sipir penjara yang tegas sekaligus arif,dia pernah berkata “ aku tidak ingin menganggap kalian sebagai penjahat , aku tahu tidak semua perempuan yang masuk ke penjara ini melakukan kesalahan karena keinginan , mungkin mereka melakukan itu karena keadaan ataupun paksaan dan kalian tidak berdaya”. Dan selama sekar berada di penjara hampir 8 bulan lamanya hanya kepada seorang Liang Shaolin ia meratapi nasib buruknya, perbedaan bahasa tidak menghalangi kedekatan sin cu dan sekar, bahasa tubuh serta air mata sekar setiap kali mengurai getir perjalanan hidupnya telah cukup membuat sipir Liang mengerti.
Sekar berjalan pelan menyusuri lorong penjara diapit oleh dua polisi pria dan Liang Shaolin. “ bersikaplah tenang di pengadilan nanti, aku berharap keputusan pengadilan tidak seburuk dugaan, aku berdoa untukmu” liang memegang erat telapak tangan sekar memberi kekuatan pada perempuan yang tengah mengalami nasib malang di negeri yang sangat jauh dari kampung halamannya. “ terima kasih , hanya engkau teman yang aku miliki di tempat asing ini, aku barharap kemalanganku segera berakhir ….terima kasih” dipeluk eratnya sipir penjara wanita itu , sekar menyeka sekali lagi air mata di pipinya yang pucat.” Aku tidak ingin menangis lagi apapun nanti yang pengadilan putuskan untukku sipir Liang, aku pasrah, mungkin ini memang cerita hidup yang Tuhan tuliskan untukku…sekali lagi terima kasih ”. Liang Shaolin mengusap lembut punggung sekar tampa berkata,dibimbingnya sekar menuju mobil tahanan yang akan membawanya menuju pengadilan kota ghuan dong , setalah menandatangani berkas sekar dan menyerahkan pada salah seorang polisi yang akan membawa sekar ke pengadilan, sekali lagi Liang shaolin menatap lekat sekar, kepalanya mengangguk berlahan dan sekar membalasnya dengan anggukan dan tersenyum. Pelan-pelan mobil tahanan itu bergerak keluar area penjara wanita menuju gedung pengadilan , sekar duduk melipatkan kedua tangannya …diam.
“ Bapak…aku mau terus melanjutkan sekolah setidaknya hingga SMA, aku tidak keberatan setelah pulang sekolah seharian membantu bapak dan simbok berkerja di perkebunan pak manten” sekar menghiba merengek pada ayahnya, saat itu sekar gadis remaja berusia 16 tahun, tengah menyelesaikan ujian terakhirnya di sebuah SMP negeri di kota kecil Wonosobo. “ ora iso nduk….bapak tidak sanggup membiayai sekolahmu nanti, masih ada adikmu seno dan agung , cukuplah kamu sekolah sampai SMP nduk, kamu cah wedok…wis gede, sekarang waktumu bantu bapak dan simbok di rumah”,ayah sekar pelan mengelur rambut lurus sekar sambil sebelah tangannya menghisap rokok klinting buatannya sendiri. Sekar menangis berlari menuju bilik kamarnya yang terbuat dari anyaman bambu itu , “ aku hanya ingin sekolah…aku hanya ingin sekolah bapak….” Bibirnya mengguman disela-sela isak tangisnya “ kenapa sih kami harus semiskin ini…aku tidak ingin apa-apa ..aku hanya ingin bisa sekolah” bibir mungilnya terus mengguman dan mengguman , hingga karena lelah sekar kecilpun tertidur.
Pelan-pelan terdengar pintu bilik sekar digeser, tersembul seraut wajah tirus milik seorang perempuan paruh baya, wajahnya sebenarnya cantik, namun tertutup oleh kerut dan mata yang masih terlihat lelah walaupun pagi masih menunjukan pukul 6.30. “ nduk…bangun wis isuk ki lo, sholat … bukankah hari ini kamu sekolah ? , diusapnya rambut putri tersayangnya sepenuh hati, dalam hati ia berkata “ andai aku bisa, aku ingin mewujudkan keinginan besarmu itu nak”, “ jam berapa mak?” sekar menggeliatnya badannya pelan-pelan,” jam ½ 6 nduk…ayo lekas bangun “. Sekar beranjak dari ranjang nya yang kecil menuju belakang rumah, adiknya seno dan agung tengah bergantian menimba air untuk mereka mandi. Seno dan agung dua adik laki-laki sekar yang masing masing masih duduk di kelas 4 sekolah dasar dan 1 SMP hampir berbarengan menoleh kearah kakak sulung mereka “ kak sekar gantian nimba airnya ya ?” , “ sebentar kakak wudhu dulu , kalian berdua cepat mandi nanti kakak yang teruskan isi kolam “ sekar segera mengambil air wudhu, masuk kembali ke dalam , tak berapa lama telah muncul kembali ke belakang, sambil mengisi kolam hati sekar masih terus bertanya sebegitu miskinkah kami hingga hanya untuk bersekolah saja itu tidak mungkin.
Dari dalam mobil tahanan sekar memandang ke luar, akhir bulan januari , sisa-sisa salju masih terlihat menggantung di pucuk-pucuk dahan pepohonan , sebentar lagi musim semi menjelang, daun-daun akan kembali tumbuh disusul bunga-bunga bermekaran,” aku rindu rumahku , kampungku dan keluargaku dan oh buah hatiku si kembar bunga dan sekar, “ bagaimana keadaan kalian anak-anaku, sebesar apa kalian sekarang” air mata yang setengah mati ditahan agar tidak menetes sedari rumah tahanan tadi tak kuasa dibendung lagi ketika sekar mengingat buah hati dan simboknya, orang – orang yang sangat berarti dalam hidupnya, hanya demi merekalah sekar rela bertahun-tahun merantau sebagai TKW di beberapa Negara, dalam hatinya selalu berkata “ tak akan kubiarkan kedua anakku sepertiku, aku ingin kalian bisa sekolah setinggi-tingginya hingga kelak kalian menjadi perempuan mandiri kebanggaan ibu” , oh Tuhan….., kedua tangan sekar menutup wajahnya , air mata semakin dan semakin deras menetes “ maafkan
ibu nak….maafkan ibu…….
Sekar berjalan pelan menyusuri lorong penjara diapit oleh dua polisi pria dan Liang Shaolin. “ bersikaplah tenang di pengadilan nanti, aku berharap keputusan pengadilan tidak seburuk dugaan, aku berdoa untukmu” liang memegang erat telapak tangan sekar memberi kekuatan pada perempuan yang tengah mengalami nasib malang di negeri yang sangat jauh dari kampung halamannya. “ terima kasih , hanya engkau teman yang aku miliki di tempat asing ini, aku barharap kemalanganku segera berakhir ….terima kasih” dipeluk eratnya sipir penjara wanita itu , sekar menyeka sekali lagi air mata di pipinya yang pucat.” Aku tidak ingin menangis lagi apapun nanti yang pengadilan putuskan untukku sipir Liang, aku pasrah, mungkin ini memang cerita hidup yang Tuhan tuliskan untukku…sekali lagi terima kasih ”. Liang Shaolin mengusap lembut punggung sekar tampa berkata,dibimbingnya sekar menuju mobil tahanan yang akan membawanya menuju pengadilan kota ghuan dong , setalah menandatangani berkas sekar dan menyerahkan pada salah seorang polisi yang akan membawa sekar ke pengadilan, sekali lagi Liang shaolin menatap lekat sekar, kepalanya mengangguk berlahan dan sekar membalasnya dengan anggukan dan tersenyum. Pelan-pelan mobil tahanan itu bergerak keluar area penjara wanita menuju gedung pengadilan , sekar duduk melipatkan kedua tangannya …diam.
“ Bapak…aku mau terus melanjutkan sekolah setidaknya hingga SMA, aku tidak keberatan setelah pulang sekolah seharian membantu bapak dan simbok berkerja di perkebunan pak manten” sekar menghiba merengek pada ayahnya, saat itu sekar gadis remaja berusia 16 tahun, tengah menyelesaikan ujian terakhirnya di sebuah SMP negeri di kota kecil Wonosobo. “ ora iso nduk….bapak tidak sanggup membiayai sekolahmu nanti, masih ada adikmu seno dan agung , cukuplah kamu sekolah sampai SMP nduk, kamu cah wedok…wis gede, sekarang waktumu bantu bapak dan simbok di rumah”,ayah sekar pelan mengelur rambut lurus sekar sambil sebelah tangannya menghisap rokok klinting buatannya sendiri. Sekar menangis berlari menuju bilik kamarnya yang terbuat dari anyaman bambu itu , “ aku hanya ingin sekolah…aku hanya ingin sekolah bapak….” Bibirnya mengguman disela-sela isak tangisnya “ kenapa sih kami harus semiskin ini…aku tidak ingin apa-apa ..aku hanya ingin bisa sekolah” bibir mungilnya terus mengguman dan mengguman , hingga karena lelah sekar kecilpun tertidur.
Pelan-pelan terdengar pintu bilik sekar digeser, tersembul seraut wajah tirus milik seorang perempuan paruh baya, wajahnya sebenarnya cantik, namun tertutup oleh kerut dan mata yang masih terlihat lelah walaupun pagi masih menunjukan pukul 6.30. “ nduk…bangun wis isuk ki lo, sholat … bukankah hari ini kamu sekolah ? , diusapnya rambut putri tersayangnya sepenuh hati, dalam hati ia berkata “ andai aku bisa, aku ingin mewujudkan keinginan besarmu itu nak”, “ jam berapa mak?” sekar menggeliatnya badannya pelan-pelan,” jam ½ 6 nduk…ayo lekas bangun “. Sekar beranjak dari ranjang nya yang kecil menuju belakang rumah, adiknya seno dan agung tengah bergantian menimba air untuk mereka mandi. Seno dan agung dua adik laki-laki sekar yang masing masing masih duduk di kelas 4 sekolah dasar dan 1 SMP hampir berbarengan menoleh kearah kakak sulung mereka “ kak sekar gantian nimba airnya ya ?” , “ sebentar kakak wudhu dulu , kalian berdua cepat mandi nanti kakak yang teruskan isi kolam “ sekar segera mengambil air wudhu, masuk kembali ke dalam , tak berapa lama telah muncul kembali ke belakang, sambil mengisi kolam hati sekar masih terus bertanya sebegitu miskinkah kami hingga hanya untuk bersekolah saja itu tidak mungkin.
Dari dalam mobil tahanan sekar memandang ke luar, akhir bulan januari , sisa-sisa salju masih terlihat menggantung di pucuk-pucuk dahan pepohonan , sebentar lagi musim semi menjelang, daun-daun akan kembali tumbuh disusul bunga-bunga bermekaran,” aku rindu rumahku , kampungku dan keluargaku dan oh buah hatiku si kembar bunga dan sekar, “ bagaimana keadaan kalian anak-anaku, sebesar apa kalian sekarang” air mata yang setengah mati ditahan agar tidak menetes sedari rumah tahanan tadi tak kuasa dibendung lagi ketika sekar mengingat buah hati dan simboknya, orang – orang yang sangat berarti dalam hidupnya, hanya demi merekalah sekar rela bertahun-tahun merantau sebagai TKW di beberapa Negara, dalam hatinya selalu berkata “ tak akan kubiarkan kedua anakku sepertiku, aku ingin kalian bisa sekolah setinggi-tingginya hingga kelak kalian menjadi perempuan mandiri kebanggaan ibu” , oh Tuhan….., kedua tangan sekar menutup wajahnya , air mata semakin dan semakin deras menetes “ maafkan
ibu nak….maafkan ibu…….
Rabu, 06 April 2011
F** the Perfect
Ketika remaja aku sering dihinggapi rasa iri bila melihat remaja sebayaku yang memiliki tubuh molek, kulit putih bersih dan berwajah cantik apalagi bila mereka memiliki kelebihan dalam financial, aku membayangkan rasanya sempurna sekali mereka terlahir ke dunia . aku ingat ketika di bangku SMA memiliki teman satu kelas yang hampir seisi sekolah mengaguminya terutama para pria. Berwajah cantik molek berkulit putih bersih berasal dari keluraga kaya pula ( walaupun isi otaknya biasa-biasa saja ….tapi siapa peduli !), menjadikannya bak bidadari di sekolah kami. Karena kecantikannya seringkali sekolah mendelagasikan dia sebagai wakil sekolah di berbagai lomba ( tentunya yang tidak berhubungan dengan kecerdasan …). Sering kali aku memperhatikan gerak-geriknya, ingin rasannya bisa meniru gaya dandannya, gaya bicaranya atau bila perlu gaya jalannya. Yang aku pikirkan saat itu hanyalah “ aku ingin sepertinya”.
Ketika aku berkata pada ibu “ bu, kenapa sih aku harus bertubuh kurus kerempeng, sering sakit, berkulit coklat berambut keriting tipis …kenapa juga ayah hanya jadi pegawai negeri biasa yang, kenapa ibu hanya memberi aku uang saku hanya cukup untuk ongkos dan beli makan siang di sekolah, aku kan ingin juga membeli pernak-pernik seperti teman-teman yang lain “ , dan dengan bijak ibuku menjawab “ siapa bilang kamu jelak? kamu anak ibu yang cantik dan istimewa, kelak kamu dewasa nanti kamu akan mengerti betapa istimewanya dirimu “ sambil beliau membelai saying rambutku.
Tentu saja saat itu aku tidak bisa mengerti arti kata-kata ibuku ( karena yang ada di otakku saat itu adalah “ betapa tidak adilnya Tuhan melahirkan aku !” ibuku sendiri adalah perempuan dengan wajah cantik ( mungkin aku lebih mirip ayah …hehe ). Saat itu aku tidak menyadari bahwa aku terlahir memiliki sifat keras kepala ( ayah ibuku berkata “ anakku yang satu ini kalau sudah menginginkan sesuatu gak pernah bisa dipenggak ( dicegah )” ), ingin tahu sekaligus ceroboh dan pelupa. Kebetulan atau karena keterbatasan keluarga kami pula dirumah kami tidak ada fasilitas televisi saat itu, sebagai gantinya ayah akan selalu membawa Koran harian setiap beliau pulang kantor atau membelikan kami bacaan anak-anak , dan itu manjadikan kami anak-anaknya menjadi gemar membaca ( karena gak ada hiburan lain selain buku dan radio !...*_* ). Ketika SMA dan harus membuat tugas akhir aku berkata “ aku tidak mau ikut study tour, aku gak mau membuat karya tulis yang sama dengan teman-teman “, dan karya tulis yang berhasil aku susun saat itu berjudul “ Seluk Beluk Penyakit Kanker Rahim “…hehe karya tulis yang cukup berat untuk ukuran SMA menurutku . bahan aku kumpulkan dibantu ayah ( saat itu ayah membawa beberapa buku tentang kanker yang beliau pinjam dari perustakaan kantor , ayah bekerja di RSUD ). Betapa bangganya aku saat itu bisa membuat sesuatu yang berbeda dari teman-temanku.
Waktu memberi banyak pelajaran dan membentuk pribadi yang sebenarnya, seperti aku. Semakin aku dewasa semakin aku merasa bahagia dengan semua yang ada di diriku. Aku bahagia karena diberi keinginan untuk menulis, aku bahagia karena diberi kesempatan menjalani aktifitas mengajar diluar pekerjaan formalku ( sedari kecil ketika orang bertanya “ apa cita-citamu nak?” dengan lantang kujawab “ guru!” ), aku bahagia bisa menjadi perempuan yang mandiri sekaligus bahagia karena Tuhan memberi aku keras kepala, serba ingin tahu , pelupa sekaligus ceroboh , dan aku rasa teman-teman ku pun bahagia bila dekat denganku. Tidak perlu menjadi orang lain untuk bisa disayangi karena seperti kata ibuku “ engkau istimewa anakku “ ….ya aku tau bahwa aku memiliki kelebihan yang orang lain belum tentu punya dan tentu ini juga berlaku untuk semua pembaca , yakinlah bahwa masing-masing kita memiliki kelebihan, temukan galilah dan tunjukan ( tentu saja kelebihan yang positif ya….). nyamanlah dengan diri sendiri dan tunjukan kelebihan positif kita, karena itu akan menjadikan kita unik dan keunikan itu yang membuat kita istimewa.
Ketika remaja aku sering dihinggapi rasa iri bila melihat remaja sebayaku yang memiliki tubuh molek, kulit putih bersih dan berwajah cantik apalagi bila mereka memiliki kelebihan dalam financial, aku membayangkan rasanya sempurna sekali mereka terlahir ke dunia . aku ingat ketika di bangku SMA memiliki teman satu kelas yang hampir seisi sekolah mengaguminya terutama para pria. Berwajah cantik molek berkulit putih bersih berasal dari keluraga kaya pula ( walaupun isi otaknya biasa-biasa saja ….tapi siapa peduli !), menjadikannya bak bidadari di sekolah kami. Karena kecantikannya seringkali sekolah mendelagasikan dia sebagai wakil sekolah di berbagai lomba ( tentunya yang tidak berhubungan dengan kecerdasan …). Sering kali aku memperhatikan gerak-geriknya, ingin rasannya bisa meniru gaya dandannya, gaya bicaranya atau bila perlu gaya jalannya. Yang aku pikirkan saat itu hanyalah “ aku ingin sepertinya”.
Ketika aku berkata pada ibu “ bu, kenapa sih aku harus bertubuh kurus kerempeng, sering sakit, berkulit coklat berambut keriting tipis …kenapa juga ayah hanya jadi pegawai negeri biasa yang, kenapa ibu hanya memberi aku uang saku hanya cukup untuk ongkos dan beli makan siang di sekolah, aku kan ingin juga membeli pernak-pernik seperti teman-teman yang lain “ , dan dengan bijak ibuku menjawab “ siapa bilang kamu jelak? kamu anak ibu yang cantik dan istimewa, kelak kamu dewasa nanti kamu akan mengerti betapa istimewanya dirimu “ sambil beliau membelai saying rambutku.
Tentu saja saat itu aku tidak bisa mengerti arti kata-kata ibuku ( karena yang ada di otakku saat itu adalah “ betapa tidak adilnya Tuhan melahirkan aku !” ibuku sendiri adalah perempuan dengan wajah cantik ( mungkin aku lebih mirip ayah …hehe ). Saat itu aku tidak menyadari bahwa aku terlahir memiliki sifat keras kepala ( ayah ibuku berkata “ anakku yang satu ini kalau sudah menginginkan sesuatu gak pernah bisa dipenggak ( dicegah )” ), ingin tahu sekaligus ceroboh dan pelupa. Kebetulan atau karena keterbatasan keluarga kami pula dirumah kami tidak ada fasilitas televisi saat itu, sebagai gantinya ayah akan selalu membawa Koran harian setiap beliau pulang kantor atau membelikan kami bacaan anak-anak , dan itu manjadikan kami anak-anaknya menjadi gemar membaca ( karena gak ada hiburan lain selain buku dan radio !...*_* ). Ketika SMA dan harus membuat tugas akhir aku berkata “ aku tidak mau ikut study tour, aku gak mau membuat karya tulis yang sama dengan teman-teman “, dan karya tulis yang berhasil aku susun saat itu berjudul “ Seluk Beluk Penyakit Kanker Rahim “…hehe karya tulis yang cukup berat untuk ukuran SMA menurutku . bahan aku kumpulkan dibantu ayah ( saat itu ayah membawa beberapa buku tentang kanker yang beliau pinjam dari perustakaan kantor , ayah bekerja di RSUD ). Betapa bangganya aku saat itu bisa membuat sesuatu yang berbeda dari teman-temanku.
Waktu memberi banyak pelajaran dan membentuk pribadi yang sebenarnya, seperti aku. Semakin aku dewasa semakin aku merasa bahagia dengan semua yang ada di diriku. Aku bahagia karena diberi keinginan untuk menulis, aku bahagia karena diberi kesempatan menjalani aktifitas mengajar diluar pekerjaan formalku ( sedari kecil ketika orang bertanya “ apa cita-citamu nak?” dengan lantang kujawab “ guru!” ), aku bahagia bisa menjadi perempuan yang mandiri sekaligus bahagia karena Tuhan memberi aku keras kepala, serba ingin tahu , pelupa sekaligus ceroboh , dan aku rasa teman-teman ku pun bahagia bila dekat denganku. Tidak perlu menjadi orang lain untuk bisa disayangi karena seperti kata ibuku “ engkau istimewa anakku “ ….ya aku tau bahwa aku memiliki kelebihan yang orang lain belum tentu punya dan tentu ini juga berlaku untuk semua pembaca , yakinlah bahwa masing-masing kita memiliki kelebihan, temukan galilah dan tunjukan ( tentu saja kelebihan yang positif ya….). nyamanlah dengan diri sendiri dan tunjukan kelebihan positif kita, karena itu akan menjadikan kita unik dan keunikan itu yang membuat kita istimewa.
Me and My Lovely Husband
Bila kelak kau menjadi teman hidupku nanti, aku ingin kau tetap menjadi kau apa apanya, dengan kehidupanmu dengan teman temanmu dengan impian dan harapanmu, tak sedikitpun keinginan untuk menjadi sangkar merampas kebebasanmu karena aku selalu ingin melihatmu tersenyum tertawa bersama ku , keluarga dan teman-temanmu, melihatmu bersemangat dalam meraih impianmu dan harapanmu.
Bila kelak kau menjadi teman hidupmu nanti, aku ingin bisa selalu menciummu ketika malam menjelang dan pagi menjemput, aku ingin bisa selalu membuatkan secangkir kopi panas untuk kita berdua sambil kita berbincang tentang hari ini dan harapan di hari esok, aku ingin selalu bisa menyiapkan apapun keperluanmu , aku ingin selalu bisa menjagamu ketika engkau sakit memerlukan peluk hangat tubuhku karena kau sekarang alasan ku satu-satunya berada disini disisimu.
Bila kelak kau menjadi teman hidupku nanti, aku ingin kau bersabar dengan pribadiku seperti aku bersabar dengan pribadimu, aku ingin kau menegurku ketika aku lupa seperti aku menegurmu ketika kau lupa, aku ingin kita berdebat bertengkar ketika masalah itu ada dan berdamai tampa harus mengungkitnya, aku ingin kau memaafkan ku seperti aku memaafkanmu selalu, Karena kita sekarang adalah dua individu yang belajar untuk satu.
Bila kelak kau menjadi teman hidupku nanti, aku ingin hanya bercinta dengamu, memiliki buah cintamu kemudian kita bersama menjaga, merawat serta melimpahinya dengan kasih sayang, kau akan membuatnya bangga memiliki ayah sepertimu dan aku akan membuatnya berharga memiliki ibu sepertiku. Walaupun akan sangat berliku tapi keyakinan itu harus tetap terjaga, Karena dia adalah amanah dari-Nya.
Bila kelak kau menjadi teman hidupku nanti , aku ingin kau menjaga kejujuranmu seperti aku menjaga kejujuranku padamu karena kita tidak sempurna, aku ingin melihatmu selalu menyayangi kedua orang tua kita seperti aku ingin selalu menyayangi mereka karena mereka pantas kita hormati , aku ingin kita bersama dalam kasih hingga nanti anak-anak kita dewasa dan kita meneruskan kehidupan kepadanya.
Aku menyayangimu.
Bila kelak kau menjadi teman hidupku nanti, aku ingin kau tetap menjadi kau apa apanya, dengan kehidupanmu dengan teman temanmu dengan impian dan harapanmu, tak sedikitpun keinginan untuk menjadi sangkar merampas kebebasanmu karena aku selalu ingin melihatmu tersenyum tertawa bersama ku , keluarga dan teman-temanmu, melihatmu bersemangat dalam meraih impianmu dan harapanmu.
Bila kelak kau menjadi teman hidupmu nanti, aku ingin bisa selalu menciummu ketika malam menjelang dan pagi menjemput, aku ingin bisa selalu membuatkan secangkir kopi panas untuk kita berdua sambil kita berbincang tentang hari ini dan harapan di hari esok, aku ingin selalu bisa menyiapkan apapun keperluanmu , aku ingin selalu bisa menjagamu ketika engkau sakit memerlukan peluk hangat tubuhku karena kau sekarang alasan ku satu-satunya berada disini disisimu.
Bila kelak kau menjadi teman hidupku nanti, aku ingin kau bersabar dengan pribadiku seperti aku bersabar dengan pribadimu, aku ingin kau menegurku ketika aku lupa seperti aku menegurmu ketika kau lupa, aku ingin kita berdebat bertengkar ketika masalah itu ada dan berdamai tampa harus mengungkitnya, aku ingin kau memaafkan ku seperti aku memaafkanmu selalu, Karena kita sekarang adalah dua individu yang belajar untuk satu.
Bila kelak kau menjadi teman hidupku nanti, aku ingin hanya bercinta dengamu, memiliki buah cintamu kemudian kita bersama menjaga, merawat serta melimpahinya dengan kasih sayang, kau akan membuatnya bangga memiliki ayah sepertimu dan aku akan membuatnya berharga memiliki ibu sepertiku. Walaupun akan sangat berliku tapi keyakinan itu harus tetap terjaga, Karena dia adalah amanah dari-Nya.
Bila kelak kau menjadi teman hidupku nanti , aku ingin kau menjaga kejujuranmu seperti aku menjaga kejujuranku padamu karena kita tidak sempurna, aku ingin melihatmu selalu menyayangi kedua orang tua kita seperti aku ingin selalu menyayangi mereka karena mereka pantas kita hormati , aku ingin kita bersama dalam kasih hingga nanti anak-anak kita dewasa dan kita meneruskan kehidupan kepadanya.
Aku menyayangimu.
My Lovely Body
Aku mencintai tubuhku, seperti seorang kekasih mencintai pasangannya. Aku bisa membelai dan merasakan setiap lekukannya bahkan seringkali merasakan gairah ketika menyentuhnya. Dalam ketelanjangan kurasakan kejujuran kehangatan hingga aku tak peduli kamu…kamu…dan kamu…!
aku menyayangi tubuhku seperti seorang ibu menyayangi anaknya. Tak pernah terbersit untukku menyakiti mengabaikannya, dan tak akan kubiarkan orang lain menyentuh melukainya , hanya akan rela kupasrahkan tubuhku pada yang berhati tulus berbagi denganku menjagaku seperti aku tulus berbagi serta menjaganya.
dan aku menghargai tubuhku seperti seseorang yang memiliki intan permata, kubasuh kubersihkan tubuhku dengan wewangian bunga surgawi, kulindungi dan kututup tubuhku dengan selembut kain sutera serta kujaga gemulai tubuhku dengan laku terpuji.
Jaga sayangi dan kenali tubuh kita dengan baik, karena sebaik-baikknya kita menjaga tubuh kita maka sebaik-baiknyalah kita dimata mereka.
Ini tulisan pendek, tulisan perdanaku di blog setelah setahun tidak pernah aktif menulis. Semoga setelah ini akan terus mengalir ide hingga aku bisa menulis…menulis..dan menulis ( walalupun kuakui tulisanku masih tak berbobot karena sulit bo !...). mohon bantuan dan arahan dari teman-teman semua.
Aku mencintai tubuhku, seperti seorang kekasih mencintai pasangannya. Aku bisa membelai dan merasakan setiap lekukannya bahkan seringkali merasakan gairah ketika menyentuhnya. Dalam ketelanjangan kurasakan kejujuran kehangatan hingga aku tak peduli kamu…kamu…dan kamu…!
aku menyayangi tubuhku seperti seorang ibu menyayangi anaknya. Tak pernah terbersit untukku menyakiti mengabaikannya, dan tak akan kubiarkan orang lain menyentuh melukainya , hanya akan rela kupasrahkan tubuhku pada yang berhati tulus berbagi denganku menjagaku seperti aku tulus berbagi serta menjaganya.
dan aku menghargai tubuhku seperti seseorang yang memiliki intan permata, kubasuh kubersihkan tubuhku dengan wewangian bunga surgawi, kulindungi dan kututup tubuhku dengan selembut kain sutera serta kujaga gemulai tubuhku dengan laku terpuji.
Jaga sayangi dan kenali tubuh kita dengan baik, karena sebaik-baikknya kita menjaga tubuh kita maka sebaik-baiknyalah kita dimata mereka.
Ini tulisan pendek, tulisan perdanaku di blog setelah setahun tidak pernah aktif menulis. Semoga setelah ini akan terus mengalir ide hingga aku bisa menulis…menulis..dan menulis ( walalupun kuakui tulisanku masih tak berbobot karena sulit bo !...). mohon bantuan dan arahan dari teman-teman semua.
Minggu, 16 Mei 2010
NEVER SAY GIVE UP !
Ketika kita telah berusha semaksimal mungkin untuk bisa meraih sesuatu yang kita inginkan , tetapi ternyata hasil yang kita dapat tidaklah seperti yang kita harapkan ( atau bahkan tidak membuahkan hasil sama sekali ). Situasi seperti itu membuat kita frustasi, marah, sedih bercampur menjadi satu. Dan pada akhirnya kita menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi pada diri kita “ ya Allah aku telah berusaha dan tak pernah lupa mohon restu-Mu, tahukah Engkau betapa aku sangat mengharapkan ini !! “.
Semua yang ada didepan kita sepertinya buntu, tidak bisa berpikir dengan jernih dan seringkali keputusan nekat yang kita ambil, yang kita tahu itu tidaklah memecahkan masalah yang tengah kita hadapi karena keputusan yang tergesa-gesa akan membawa konsekwensi yang seringkali lebih besar daripada masalah yang sedang kita hadapi saat ini ( aku pernah mengalami hal itu dan aku tidak pernah ingin mengulanginya ), walaupun sebenarnya tidak ada keputusan yang salah tapi setidaknya ambil keputusan dengan lebih bijak, sehingga kita siap dengan konsekwensi yang menyertai keputusan itu sendiri.
Ini yang mungkin bisa dilakukan ketika apa yang kita harapkan belum tercapai :
Bersabar …bersabar dan terus bersabar
Memang ini tidaklah mudah, orang mungkin dengan enteng akan mengatakan “ kamu harus bersabar, mungkin ini bukan rejekimu..blablabla…”, tapi bagi kita yang tengah menjalani bersabar sangat sulit untuk dipraktekan , apalagi ketika kita tidak mendapatkan support baik support mental ataupun financial . ketika kita harus berjuang mengatasi segalanya sendirian, kesabaran seringkali dikalahkan oleh putus asa, jangan sampai kita terbelenggu oleh rasa putus asa yang berkepanjangan , karena sebenarnya kita tahu bahwa itu berarti kemunduran. Bangkit dan teruslah berusaha , terus kesabaran dalam hati dan dalam tindakan kita, Insaallah Tuhan akan menjawab kesabaran itu dengan sesuatu yang mungkin lebih indah dari yang sekedar kita inginkan.
Lihatlah ke bawah dan Bersyukurlah
Seorang teman pernah mengatakan kepadaku ketika dia mendengarkan keluh kesah tentang segala masalah yang tengah aku hadapi saat itu, “ coba kamu perhatikan di jalan ketika kamu berangkat kerja besok, bapak-bapak kuli bangunan atau tukang becak itu, kamu bayangkan berapa penghasilan mereka tiap harinya, sementara dia harus menafkahi istri dan anak-anak mereka, cobalah perhatikan wajah-wajah mereka, tetap berusaha tersenyum dan mengerjakan pekerjaan mereka dengan penuh semangat seberapapun rezki yang didapat mereka tetap terima dengan penuh rasa syukur, kenapa kamu tidak berusaha untuk bisa seperti mereka, sedikit saja memiliki rasa syukur, mungkin masalah yang kamu hadapi tidaklah seujung kuku mereka”, “ ketika kamu tengah mengalami kesakitan , cobalah tengok ke bawah sejenak, bahwa disana ada yang lebih sakit dari kamu tapi mereka tetap berusaha tersenyum dan terus berjalan , itu karena hati mereka selalu dipenuhi rasa syukur “ . kata-kata seorang teman telah membuka mataku dan membuat aku berusaha tersenyum kembali menjalani hari.
Cari teman yang mau mendengarkan
Seperti uraian diatas, aku mendapat semacam pencerahan karena aku ingin membagi keluh kesah kepadanya ( tentunya karena aku telah mempercayainya bahwa dia bisa menjadi teman berbagi yang baik ), teman sharing tidak harus kekasih , keluarga atau suami, ketika kita jauh dari keluarga atau tidak memiliki pasangan, carilah seorang teman yang tulus mau menjadi teman bagi kita . Sungguh itu akan sangat membantu, dan jika itu tidak juga kita temukan , masih ada teman sejati yang selalu dan selalu mau mendengar …TUHAN. Dekati DIA, ceritakan semua keluh kesah yang ada karena sejatinya hanya DIA lah pendengar yang sesungguhnya.
SEMANGAT !!
Kita boleh menangis hingga mengeluarkan air mata berember-ember mungkin ( lebay…*_* ), tapi setelah itu bangkit !!, pupuk kembali keyakinan , dan berkatalah dalam hati “ aku pasti berhasil !! “, berhasil menjalani masalah , berhasil keluar dari masalah dan berhasil mencapai apa yang kita inginkan. Aku tidak mau menjadi manusia yang terlalu cepat menyerah begitu saja. Sekali aku jatuh aku akan bangun dengan semangat yang 2x lebih besar, dengan atau tampa support dari siapapun.
Karena hal-hal yang aku lakukan diatas, Alhamdulillah aku selalu bisa keluar dari masalah yang pernah membelenggu, event ketika tujuan yang sebenarnya ingin aku capai tidak bisa terlaksana, aku bisa menemukan kebahagiaan lain yang lebih besar, dan tentunya itu semua tidak terlepas dari campur tangan Allah. Ternyata ketika kita bisa berdamai dengan diri sendiri, bersyukur atas apapun yang telah Allah beri serta tidak pernah berhenti untuk berusaha , semua akan berakhir pada keberhasilan yang diberkahi , so…never say give up !
Semua yang ada didepan kita sepertinya buntu, tidak bisa berpikir dengan jernih dan seringkali keputusan nekat yang kita ambil, yang kita tahu itu tidaklah memecahkan masalah yang tengah kita hadapi karena keputusan yang tergesa-gesa akan membawa konsekwensi yang seringkali lebih besar daripada masalah yang sedang kita hadapi saat ini ( aku pernah mengalami hal itu dan aku tidak pernah ingin mengulanginya ), walaupun sebenarnya tidak ada keputusan yang salah tapi setidaknya ambil keputusan dengan lebih bijak, sehingga kita siap dengan konsekwensi yang menyertai keputusan itu sendiri.
Ini yang mungkin bisa dilakukan ketika apa yang kita harapkan belum tercapai :
Bersabar …bersabar dan terus bersabar
Memang ini tidaklah mudah, orang mungkin dengan enteng akan mengatakan “ kamu harus bersabar, mungkin ini bukan rejekimu..blablabla…”, tapi bagi kita yang tengah menjalani bersabar sangat sulit untuk dipraktekan , apalagi ketika kita tidak mendapatkan support baik support mental ataupun financial . ketika kita harus berjuang mengatasi segalanya sendirian, kesabaran seringkali dikalahkan oleh putus asa, jangan sampai kita terbelenggu oleh rasa putus asa yang berkepanjangan , karena sebenarnya kita tahu bahwa itu berarti kemunduran. Bangkit dan teruslah berusaha , terus kesabaran dalam hati dan dalam tindakan kita, Insaallah Tuhan akan menjawab kesabaran itu dengan sesuatu yang mungkin lebih indah dari yang sekedar kita inginkan.
Lihatlah ke bawah dan Bersyukurlah
Seorang teman pernah mengatakan kepadaku ketika dia mendengarkan keluh kesah tentang segala masalah yang tengah aku hadapi saat itu, “ coba kamu perhatikan di jalan ketika kamu berangkat kerja besok, bapak-bapak kuli bangunan atau tukang becak itu, kamu bayangkan berapa penghasilan mereka tiap harinya, sementara dia harus menafkahi istri dan anak-anak mereka, cobalah perhatikan wajah-wajah mereka, tetap berusaha tersenyum dan mengerjakan pekerjaan mereka dengan penuh semangat seberapapun rezki yang didapat mereka tetap terima dengan penuh rasa syukur, kenapa kamu tidak berusaha untuk bisa seperti mereka, sedikit saja memiliki rasa syukur, mungkin masalah yang kamu hadapi tidaklah seujung kuku mereka”, “ ketika kamu tengah mengalami kesakitan , cobalah tengok ke bawah sejenak, bahwa disana ada yang lebih sakit dari kamu tapi mereka tetap berusaha tersenyum dan terus berjalan , itu karena hati mereka selalu dipenuhi rasa syukur “ . kata-kata seorang teman telah membuka mataku dan membuat aku berusaha tersenyum kembali menjalani hari.
Cari teman yang mau mendengarkan
Seperti uraian diatas, aku mendapat semacam pencerahan karena aku ingin membagi keluh kesah kepadanya ( tentunya karena aku telah mempercayainya bahwa dia bisa menjadi teman berbagi yang baik ), teman sharing tidak harus kekasih , keluarga atau suami, ketika kita jauh dari keluarga atau tidak memiliki pasangan, carilah seorang teman yang tulus mau menjadi teman bagi kita . Sungguh itu akan sangat membantu, dan jika itu tidak juga kita temukan , masih ada teman sejati yang selalu dan selalu mau mendengar …TUHAN. Dekati DIA, ceritakan semua keluh kesah yang ada karena sejatinya hanya DIA lah pendengar yang sesungguhnya.
SEMANGAT !!
Kita boleh menangis hingga mengeluarkan air mata berember-ember mungkin ( lebay…*_* ), tapi setelah itu bangkit !!, pupuk kembali keyakinan , dan berkatalah dalam hati “ aku pasti berhasil !! “, berhasil menjalani masalah , berhasil keluar dari masalah dan berhasil mencapai apa yang kita inginkan. Aku tidak mau menjadi manusia yang terlalu cepat menyerah begitu saja. Sekali aku jatuh aku akan bangun dengan semangat yang 2x lebih besar, dengan atau tampa support dari siapapun.
Karena hal-hal yang aku lakukan diatas, Alhamdulillah aku selalu bisa keluar dari masalah yang pernah membelenggu, event ketika tujuan yang sebenarnya ingin aku capai tidak bisa terlaksana, aku bisa menemukan kebahagiaan lain yang lebih besar, dan tentunya itu semua tidak terlepas dari campur tangan Allah. Ternyata ketika kita bisa berdamai dengan diri sendiri, bersyukur atas apapun yang telah Allah beri serta tidak pernah berhenti untuk berusaha , semua akan berakhir pada keberhasilan yang diberkahi , so…never say give up !
Langganan:
Postingan (Atom)
