Senin, 14 September 2009

FENOMENA MENJELANG LEBARAN

Saya telah sampai di kantor jam 8 lebih seperempat, agak kaget mendapati pintu gerbang kantor telah penuh sesak oleh manusia, saya pikir ada apa, setelah berhasil masuk mengertilah saya ternyata mereka tengah mengantri sedekah berupa sembako yang katanya rutin di lakukan oleh bos saya ( kebetulan rumah pribadi bos sebelahan dengan kantornya ). Dari jam 8 pagi hingga siang hari mareka rela dan setia menunggu zakat sembako. Saya sempat memperhatikan orang-orang itu, memang ada sebagian dari mereka terlihat benar-benar membutuhkan ( maaf kalo saya bilang mereka benar-benar kaum duafa ), tapi banyak dari kerumunan orang-orang itu kalau diperhatikan secara fisik mereka segar,sehat, tampak tidak kekurangan, baju mereka juga bersih.mungkin untuk beli sembako yang senilai dengan zakat yang akan mereka terima mereka masih mampu, tapi kenapa mereka rela ya berdesak-desak bahkan menunggu sampai berjam-jam??. dan kenapa pula bos saya tidak memilih cara yang lebih efisien dan efektif , seperti menyalurkan zakat melalui lembaga-lembaga amil zakat yang ada.

Saya sangat setuju bahwa di bulan ramadhan kita harus banyak-banyak berbuat amal kebajikan, termasuk berzakat/bersodakoh jika mampu ( walaupun ada baiknya jangan di bulan ini saja kita berderma, karena para kaum duafa di luar sana membutuhkan uluran tangan kita setiap saat ).Yang saya sayangkan adalah andaikata zakat yang kita keluarkan tidak benar-benar jatuh ketangan yang tepat, ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan ( kaum duafa, fakir miskin, anak yatim piatu dan kaum jompo ), mereka yang secara fisik dan mental sudah benar-benar tidak mampu. Kadang saya prihatin, kenapa masih ada saja diantara kita yang senang disebut "miskin", padahal sebenarnya mereka masih mampu walaupun tidak bisa dikatakan kaya. Apa mungkin mereka telah terkena penyakit "malas" hingga hilang rasa "malu" untuk disebut "miskin" ??,mereka dimalaskan oleh situasi dan budaya.

Dan bagi kaum dermawan yang ingin berbagi dengan saudara-saudara yang kurang beruntung, mengapa meraka tidak mempercayakan zakat mereka kepada lembaga zakat yang ada, hingga zakat yang mereka keluarkan bisa lebih sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Saya jadi sedikit berburuk sangka, apakah mereka benar-benar tulus dari hati untuk berzakat dan hanya mengharapkan ridho Allah semata tampa memperdulikan pujian dan sanjungan dari manusia ??. Bukankah Islam mengajarkan kalau bisa "ulurkan dengan tangan kananmu tampa tangan kirimu mengetahuinya" ( maaf kalau peribahasa saya ternyata salah ). Apakah badan amal yang ada tidak bisa dipercaya hingga banyak dari para dermawan lebih suka mendermakan harta mereka secara langsung ??,, semoga menjadi bahan perenungan.


Minggu, 06 September 2009

Negara " tetangga" VS Indonesia

DARI SEGI BUDAYA

Beberapa minggu ini media tanah air heboh memberitakan Tari Pendet yang diklim oleh negara "tetangga serumpun" kita yang ditayangkan dalam iklan visit year negara tersebut. Dalam iklan tersebut juga terdapat wayang dan bunga rafflesia yang jelas-jelas adalah salah satu ikon kekayaan Indonesia. sebelumnya negara "tetangga" tersebut juga pernah mengklaim beberapa kebudayaan Indonesia lainnya, seperti tari Reog Ponorogo dan batik. Klaim kebudayaan yang dilakukan negara " tetangga" tentu saja membuat merah dan marah rakyat Indonesia. ekspresi kemarahan tertumpah dengan demontrasi di jalan-jalan, comment melalui media internet seperti Facebook, twitter.

Tapi sebenarnya kita sebagai bangsa pemilik syah dari budaya-budaya adiluhung tersebut sedikit banyak memiliki andil "salah". ambil contoh, tari pendet dan wayang yang negara "tetangga" tayangkan dalam salah satu iklan tematik pariwisata meraka yang ditayangkan hingga mencanegara melalui TV kabel. Menurut berita yang saya baca, berkat iklan tersebut sektor pariwisata negara tersebut melonjak hingga beberapa persen dari tahun sebelumnya, saat ini sektor pariwisata negara "tetangga" tersebut menjadi penyumbang devisa terbesar kedua setelah sektor manufaktur. Hal ini membuktikan bahwa turis mancanegara munkin datang karena mereka tertarik untuk datang berkunjung mungkin setelah melihat iklan pariwisata yang dikemas sedemikian apik.para turis mengira bahwa apa yang mereka lihat melalui iklan tersebut adalah budaya negara itu. intinya adalah Kita sebagai pemilik syah kurang melihat bahwa sebenarnya beratus-ratus ikon kebudayaan bangsa kita yang bisa dieksplor, yang tentu saja bisa menguntungkan dari banyak segi. Saya pernah melihat tayangan iklan pariwisata visit Jakarta, hmmm sepertinya lebih banyak menjual/ menawarkan sisi consumerisme, seperti Jakarta pusat belanja, Jakarta pusat kuliner dll, tidak menampilkan lebih banyak budaya Betawi (mungkin) baik dari visual maupun copywritter nya.

Saya juga pernah membaca, di salah satu Universitas ternama di Malaysia, Gamelan menjadi salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa disana. bukan tidak mungkin suatu saat nanti seni gamelan jawa akan diklaim sebagai budaya meraka juga. kemudian musik keroncong, musik keroncong bahkan menjadi sajian musik wajib di istana kesultanan Johor, awalnya mereka mengundang guru keroncong dari Indonesia untuk diajarkan pada warga/penduduk Johor. Dan sialnya setelah mereka benar-benar menguasai , sang guru yang tidak diperlukan lagi akan dikembalikan ke Indonesia.

Mungkin bangsa kita perlu sedikit merenung, harus diakui bahwa saat ini kita terutama generasi muda kita mulai acuh terhadap seni budaya bangsa sendiri. jangankan untuk mendalami untuk mengenal saja generasi muda kita tampaknya mulai enggan ( untung tidak dengan Batik !!! ). Peran pemerintah juga kurang dalam hal ini, mungkin hal seperti ini kurang dianggap penting ( kalau tidak mau disebut acuh ).

DARI SEGI BISNIS

Negara "tetangga" mungkin pantas untuk sombong, lihat saja berapa banyak "prodak" negara tetangga yang bercokol di Indonesia !. sebut saja Exelcomindo Pratama ( Provider selular ternama ),CIMB Niaga, Petronas,Kumpulan Guthrie berhad ( perusahaan perkebunan besar yang membeli ratusan hectar perkebunan milik salim group ), air asia dll. Bagaimana dengan Indonesia ? . ada berapa banyak "prodak" bangsa kita di negara tetangga ? ( mungkin J'Co sudah masuk ya di Malaysia heheh ).

Dari segi SDM bangsa kita mungkin masih tertinggal jauh dengan negara "tetangga". Meraka menciptakan dan mendidik generasi muda untuk bisa menjadi enterpreneur. Bagaimana dengan pendidikan yang mereka peroleh mereka tidak tergantung pada pemerintah untuk lapangan kerja, tapi bagaimana dengan pendidikan yang mereka peroleh mereka dapat menciiptakan lapangan kerja. di negara kita, ada banyak ribuan pengangguran terdidik, itu semua karena meraka tidak dibekali dengan pendidikan enterpreneur, dalam pikiran mereka " kami menjadi sarjana untuk bekal mencari kerja" bukan " untuk menciptakan lapangan kerja" ( mungkin tidak ini ada hubungannya dengan latar belakang sejarah bangsa masing-masing )

Belum lagi masalah tenaga kerja . Banyak kasus tenaga kerja indonesia yang mengalami kekerasan di Negara " tetangga", sebut saja kasus Nirmala Bonat,setidaknya dari awal tahun 2009 terjjadi 173 kasus kekerasan TKI di negara "tetangga". Para TKI yang selain pejuang keluarga juga pejuang devisa negara kita nasibnya kurang diperhatikan. Untuk mengurangi kasus-kasus kekerasan ada baiknya PJKI sebagai penyalur tenaga kerja lebih memperhatikan SDM TKI yang akan mereka berangkatnya, mayoritas pendidikan mereka notabene rendah dan berasal dari daerah/desa, setidaknya berikan mereka ketrampilan-ketrampilan yang lebih bisa menjadi bekal mereka di sana nantinya, jangan hanya memberikan ketrampilan alakadarnya dan hanya bisnis semata.

Saya sangat tidak menyukai klaim negara "tetangga" atas apapun yang bangsa kita miliki. Oleh karena itu marilah kita sebagai anak bangsa belajarlah untuk menghargai dan mengenal kebudayaan yang kita miliki ( bersyukur lagi andai mau mempelajari ), banggalah dengan semua yang bangsa indonesia miliki !. Dan untuk pemerintah, cobalah untuk lebih cepat tanggap dan tegas dalam bersikap. semua upaya pelestarian budaya dan kemandirian bangsa tidak akan tercapai tampa campur tangan pemerintah.


Minggu, 28 Juni 2009

sesering apakah anda mengalami rasa kesepian ?... seolah olah anda sendirian di muka bumi yang maha luas ini, merasa anda sendiri padahal saat itu anda tengah berada di keramaian. seperti hari ini ...anjrit !!! rasanya pingin nangis deh,, padahal sehari sebelumya aku udah prepare beli DVD buat ngisi hari minggu ini ( niat hati pingin lazy sunday , di kos seharian nonton DVD yang sengaja aku beli malam sebelumnya ). sebenernya ini bukan minggu pertama aku jalani sendirian, aku telah biasa malalui dan menikmati hari - hari sendiri.

bangun pagi sengaja lebih awal, sudah niat setiap minggu pagi jogging buat nyegerin badan he...he..he.., keliling alun-alun kota 3-4 putaran sampe dirasa keringat udah cukup banyak mengucur, istirahat benar sambil ngeliat orang-orang yang lalu lalang jogging . abis itu jalan-jalan bentar sambil mata liat tukang jajanan untuk sarapan pagi, udah dapat sarapan pagi balik ke kos, istirahat bentar sambil nonton berita pagi di tv, bikin secangkir kopi hangat. selesai sarapan acara selanjutnya aku buka komputerku, kubuka DVD yang semalem aku beli. judulnya " Rachel getting Merried",,,,duh filmnya 100% drama !!, sebenernya emang sih aku lagi agak seneng nonton film-fim drama yang dulu gak terlalu aku suka. tapi setelah beberapa kali beli DVD bertema drama, ternyata pas nemu cerita yang keren, ya udah akhirnya ketagihan. sebenernya film rachel getting merried tuh biasa banget critanya..about family , yang tiba-tiba bikin aku sedih tuh critanya rachel punya sodara yang namanya kim ( yang lg ikut rehabilitasi pasca trama, critanya kim tuh merasa bahwa dia penyebab meninggalnya adik laki-lakinya ). kim mungkin tipe gadis pemberontak di keluarga. duh...pas aku liat conversation antara kim & rachel tiba-tiba aku keingetan adik aku alamarhum...jadilah sodara-sodara aku nonton sambil nangis bombay !!! ,,,,tiba-tiba kangen setengah mati sama adikku,jadi ngebayangin gimana yah andai dia masih ada, aku pasti gak akan sendiri ngelewatin hari-hari, selalu ada teman bicara ( habisnya gak semua teman bisa diajak bicara bukan ?? ...takut gak nyambung !! hahah ), ada teman bertengkar, teman tertawa....jadi inget masa-masa dulu yang pernah kita lewatin bersama ( soalnya kita bak sodara kembar...kompak !! ). dan aku pikir sampai detik ini gak ada dan gak akan pernah ada yang bisa ngegantiin dia. aku nonton film nya sampai abis ... anjritt !! nangis ku gak ilang-ilang, gak tahan neh kalo dibiarin di kos , aku mutusin untuk keluar kos ....jalan kemana aja kek !!

Untung siang ini gak begitu terik, hmm pas saatnya makan siang juga sih, akhirnya aku memutuskan untuk beli makan siang sekalian pingin cari kos baru ( emang ada rencana pingin pindah kos ). berhubung dompet tipis ( maklum anak kos ) aku memutuskan untuk cari makan yang murah-murah aja, mampir ke ATM untuk tarik uang seperlunya, meluncur pake motor ...eeee siallll!!! ada razia SIM & STNK motor. kena deh ! soalnya aku gak punya SIM ,,,lumayan 20.000,- ilang !! ( padahal bisa buat makan dua kali tuh !! ).

Akhirnya niatku hunting kos baru pupus sudah ( gara-gara ilang 20.000,- ! ). aku putar haluan ke rumah salah satu teman. hmmm akhirnya hari minggu aku habiskan bersama teman ku. kami mambahas buku yang aku pinjamkan ke dia, law attraction tapi lebih ke sisi religius ( kebetulan kami muslim ), cerita-cerita tentang pilihan hidup. sampai tak terasa aku harus pulang kembali ke kos ( berhubung udah malem cuy!!! ).

perasaan kesepian dan kesediahan datang karena kita sendiri yang menciptakan, maka ciptakan pula perasaan gembira ...bahagia...atau apapun hingga rasa sendiri atau sedih itu pergi .



Senin, 15 Juni 2009

Tentang Pilihan : part II

Nah sekarang saya mau crita tentang pilihan - pilihan yang pernah saya ambil dalam sejarah hidup saya. kayaknya kata "saya" harus diubah jadi " gw".....critanya kali ini mau gw bikin bergaya kocak ( cape kan serius mulu !!!...). gw mau cerita soal CINTA ....( beratsssss !!!! ).

Sebenernya agak males sih mau nulis masalah ni...hihi, abisnya bisa dibilang gw makhluk aneh di dunia percintaan . gw gak ada hasrat ( cie....hasrat cuy !! ) sama yang namanya cinta-cintaan. kayaknya gw gak pernah deh ngalamin cinta monyet saat gw SD or SMP dulu. kata orang tuh cewek asal dah mens liat cowok cakep kaya liat emas berlian ...clingggg, buat gw pacaran tuh aneh,gak keren dan gak asyik, padahal gak sombong ye ....banyak cowok-cowok yang coba-coba deketin gw dr cara baik-baik sampe cara yang agak kelewatan. Pernah tuh waktu SMP ada temen beda kelas yang ampyunnn ...gak pantang menyerah ngedeketin gw ( kalo gak salah waktu itu gw dah kelas tiga ), saking sebelnya gw pernah ngeludah di depan dia waktu dia coba deket-deketin gw ( Sumpah !!! abis itu gw nyesel seumur-umur udah ngeludah sembarang tempat di depan orang pula .....takut kualat cuy !! ).Apalagi jaman gw SMA dr temen satu kelas yang malu-malu ngungkapin rasa sukanya, temen lain kelas yg pura-pura pinjem buku trus masukin surat cinta sampe beberapa kakak kelas yang norak banget cari-cari perhatian tiap kali gw lewat didepannya. hehehe......semua gw tolak ! ( padahal muka mereka gak jelek-jelek amat loh ...), beruntung orang tua ngajarin gw sopan santun jadi gw nolak mereka juga dengan cara yang santun ( Buktinya biar gw tolak mereka masih mau nrima gw sebagai temen , dan kami berteman sampai sekarang ).

Pas gw memasuki dunia kampus , pikiran gw soal cinta gak mengalami pergeseran sama sekali, adem ayem ...gak kepikir sama sekali malah. apalagi saat itu gw ngedapetin teman-teman yang baik ( apalagi yang cowok-cowok ..hehe ), mereka dengan senang hati mau nemenin gw, nolong gw, jadi temen bicara yang baik buat gw....nah ! kurang apa lagi ??.Jadi buat apa gw harus punya pacar?, tampa itu gw bisa ngerasain bahagia ( hehe....saat itu otak gw masih suci murni cuy, gw gak mikir sex sama sekali ). gw nggak pernah ngerasain kesepian, temen-temen selalu ada buat gw.Pernah sih salah satu dari mereka ngungkapin perasaannya , tapi terpaksa gw tolak dengan baik-baik and kami tetep bisa menikmati pertemanan kami ( sampe sekarang loh....), sampe suatu ketika gw terjebak oleh bujuk rayu temennya temen gw...sampe akhirnya gw jadian ma salah satu dari temen gw ( tapi jadiannya jg enggak banget !!! ), kami jalan hanya kurang lebih 7 bulan, rasanya hubungan kami malah gak asyik, sampe akhirnya gw memutuskan kalau lebih baik kami mengembalikan posisi kami masing-masing...intinya kami kembali bertemen . Awalnya sih dia agak ngejauhin gw ( 2 bulalan gitu deh ), gw gak mau kehilangan temen yang baik ( dia tuh baikkkk banget sama gw !! ), berkat kesabaran gw akhirnya kami deket lagi tapi sebagai temen ( kami masih bertemen dengan sangat baik loh sampe sekarang.....udah 15 tahun loh ), malah jadi kayak sodara aja.

lagi-lagi pandangan gw gak bergeser sejengkalpun saat gw memasuki dunia kerja. gw suka berteman, dengan siapa saja dan gw selalu mendapatkan temen-temen yang baik yang mau menenin hari-hari gw ( jadi gw gak pernah merasa sendiri ). Gw pernah merantau dan bekerja di jakarta selama beberapa tahun, jakarta....u know kan ? mana sempet gw mikir cari pacar , tiap hari di otak gw yang ada hanya kerja...kerja...dan kerja. Social live ya hanya dengan temen-temen satu kantor. gw juga bingung kenapa ya kok gw gak ada rasa tertarik sedikitpun sama salah satu dari temen-temen kantor gw ?, saat itu yang gw tahu soal laki-laki jakarta adalah....brengsek ( sory loh....ternyata enggak semua cowok jakarta tuh brengsek ).Sampe pada akhirnya gw dibawa oleh nasib ( ciee...) dan bekerja di jogja, gw ketemu sama cowok ( sory...demi nama baiknya gak gw critain secara detail disini ...hehhe ). gw gak tahu apa nama perasaan gw ke dia, gw memutuskan untuk deket sama dia ( tapi kita gak punya komitmen loh ...). awalnya sih gw coba buat mupuk perasaan ke dia, tapi tetep aja gw gak tau perasaan apa ya ini ???....dan itu berjalan sampe detik gw nulis di blog ini.


Mungkin awalnya karena gw ambil pilihan untuk " menghindari komitmen ", gw telah terbiasa sendiri, bebas nentuin ritme hidup gw tampa harus mikirin ini itu....jadi kadang ngerasa takut aja kalo gw punya cowok hidup gw malah jadi kacau-balau. Kayaknya nulisnya sampe disini aja dulu deh......soalnya gw juga bingung kalo ngomongin soal ini ...haha aneh ya ?

Rabu, 27 Mei 2009

Tentang Pilihan : part I

Hidup itu adalah pilihan, kalimat itu memang nyata benar nyata benar adanya, kerap kali kita dihadapkan pada pilihan hidup yang sulit ( kalau bisa ingin kita pilih dua-duanya atau tidak kita pilih sama sekali ). Dan seringkali mungkin pilihan yang kita ambil adalah ilihan yang salah ( mungkin saat itu pilihan yang kita ambil adalah pilihan nekat ...). Saya contohnya, sedari kecil mungkin orang tua telah mendidik saya untuk tidak terlalu tergantung pada orang lain ( padahal saat kecil dulu saya adalah anak yang boleh dibilang bermental tempe alias penakut ), sedikit demi sedikit mereka mengajarkan saya kemandirian , bangun tidur harus bisa merapikan tempat tidur sendiri, mencuci baju sendiri sejak saya sekolah lanjutan pertama, hmm mungkin itu karena saya adalah anak sulung yang nantinya diharapkan bisa menjadi contoh untuk adik-adik saya, hingga saat saya dirasa cukup untuk boleh menentukan keputusan-keputusan penting dalam hidup saya. Sebagai anak sepertinya saya tidak pernah merasa hidup saya didikte oleh mereka.

Ketika saya lulus kuliah , saya mengambil keputusan untuk pergi merantau ke jakarta, dalam hati saya mengatakan " tiga bulan belum mendapat pekerjaan saya akan balik ke kampung halaman", kalau tidak salah saat itu saya pamit ke orang tua tidak untuk mencari kerja tapi untuk menengok nenek dan kakek saya, dan kalau tidak salah bapak hanya memberi saya uang saku Rp.100.000,-. Saya bawa salinan ijazah saya. Hari-hari saya di jakarta saya isi dengan tidak kenal lelah mengirim berpuluh-puluh surat lamaran, satu demi satu mendatangi dan memenuhi undangan interview ( kadang-kadang harus ada acara tersesat, maklum saya orang udik yang baru datang jakarta dan hanya bermodal percaya diri ) , kadang ada saudara yang berbaik hati menemani saya interview tp sesekali saya harus datang sendiri. Satu bulan berlalu, uang saku pun habis, untuk meminta uang bahkan kepada nenek/kakek sendiri saya sungkan. padahal saya tidak mau berhenti sampai disini. sampai suatu ketika saya iseng duduk-duduk di kedai depan rumah bude tempat saya menumpang, kedai itu tempat berjualan es jus dan asinan dan kebetulan setiap sabtu dan minggu libur jualan. saya pun nekat minta ijin meminjam kedai nya untuk berjualan, ketika saya mengutarakan maksud saya ke Bude , beliau mendukung bahkan memberi saya pinjaman uang Rp.50.000,- sebagai modal awal. dengan semangat 45 saya belanja segala keperluan berdagang saya. Alhamdulillah di hari pertama saya mendapat uang sekitar seratus ribu lebih, jalan keluar saya temukan. Mungkin Tuhan melihat kegigihan saya dan keyakinan saya akhirnya belum genap tiga bulan saya mendapat pekerjaan di tempat yang nantinya akan saya syukuri bahwa saya pernah bekerja di sana ( disana saya belajar banyak hal dan mendapat banyak teman - teman yang baik ). hmmm saya rasa pilihan yang saya ambil saat itu adalah benar.

Kali ini pilihan yang saya ambil salah,

Hi..hi..saya ingat sekali, di hari pertama saya kerja saya melakukan kesalahan dan bos memarahi saya habis-habisan ( untungnya ada teman yang sangat baik membela saya dan menyelamatkan saya dari murka bos ). Saking nervousnya saya saat itu, saya sampai terkencing-kencing dan ketika masuk toilet saya salah masuk toilet pria !!! ( duh malunya saya saat itu ,,,). hari demi hari , bulan demi bulan tak terasa hampir 3 tahun saya bekerja. saat itu sebenarnya saya tidak memiliki masalah apapun yang berhubungan dengan pekerjaan, kantor yang baik ( saat itu ), atasan yang cukup baik, serta teman-teman yang baik. bahkan atasan saya pernah mengatakan bahwa kelak saya bisa menggantikan posisinya saat dia berhenti atau pensiun nanti. Entahlah...mungkin saya sedang merasakan kejenuhan yang teramat sangat saat itu, saya memutuskan untuk mengambil cuti mendadak dan itu membuat bos saya tidak senang, dan saya tidak pedulikan itu. saya tidak peduli apakah nanti saya akan mendapat SP atau mungkin surat pemecatan. saya pulang ke kampung selama hampir satu minggu, bos mengirimkan SMS dan mengatakan saya harus siap dengan konsekwensi yang harus saya terima ketika saya kembali nanti, saya tetap tak peduli. Entah atas pertimbangan apa saat itu saya mengambil keputusan untuk resign !, dan sekembalinya ke jakarta saya benar-benar mengajukan surat resign. Padahal bos saya hanya menggertak saya , beliau tidak memberi saya SP apalagi surat pemecatan , beliau mengatakan " walaupun dilarang kamu pasti tetap akan cuti kan saat itu?, saya hapal dengan sifat keras kepalamu". Beliau menyayangkan keputusan saya, berharap agar saya mengurungkan niat saya. dan saya mengambil pilihan untuk resign. saya rasa itu adalah pilihan terbodoh yang pernah saya ambil, dan saya sempat menyesalinya.

Sekembalinya saya ke kampung saya memutuskan untuk mencari pekerjaan di jogja, dan sekali lagi entah beruntung atau karena usaha keras saya, tidak lama saya mendapat pekerjaan baru, sejujurnya saya tidak begitu nyaman dengan pekerjaan ini, tapi saya berusaha menikmatinya. Entahlah selama kurun waktu hampir satu tahun selalu ada saja masalah yang timbul dalam hidup saya, dan mungkin itu berawal dari pilihan yang salah ( benarkah,,,? ). satu tahun bertahan saya memutuskan untuk keluar dan berpindah-pindah pekerjaan. sampai detik ini. Untuk masalah menentukan sebuah pekerjaan saja saya seringkali dihadapkan pada dilema, ini atau itu,,,,disini atau disana. Tapi setelah saya renungkan entah benar entah salah semua pilihan yang saya ambil semua memberi saya pelajaran berharga, karena setiap akibat yang harus saya terima dari pilihan itu adalah sebuah konsekwensi. Dengan adanya pilihan hidup saya jadi penuh warna selain kedewasaan saya teruji tentunya.

Jadi jangan takut dengan pilihan dan sebenarnya tidak ada pilihan yang salah, semua tergantung bagaimana cara kita menyikapinya.

Senin, 25 Mei 2009

For One More Day

Novel kedua dari Mitch Albom yang saya baca setelah " Meet Five People in Heaven". Cerita yang sangat sederhana tapi penuh dengan makna, tentang hubungan antara anak dan ibu, tentang arti kejujuran, kebersamaan dalam sebuah keluarga. Kisah tentang mantan pemain baseball bernama Charley Benetto ketika berada dalam situasi yang paling buruk dalam hidupnya dan memutuskan untuk bunuh diri, dan ketika tuhan memutuskan menunda kematiannya dalam sebuah kecelakaan dan memberi kesempatan satu hari bertemu dengan ibunya yang telah meninggal dunia.

Dalam satu hari itu sang ibu memberi tahu Charley tentang tiga hal, tentang ketulusan seorang ibu yang apapun dilakukan hanya karena ingin melihat anaknya bahagia walaupun sang ibu harus seringkali menangis ketika sang anak tidak memperdulikannya.tentang alasan yang tak pernah bisa terungkapkan karena tak ingin menyakiti hati anak-anaknya, juga tentang arti kebersamaan dalam sebuah keluarga .Dan ketika waktu satu hari itu telah menyadarkan charley bahwa betapa selama ini dia telah menyia-nyiakan waktu hingga istri dan anaknya menyerah dan memutuskan meninggalkannya.

Saya merenung, saya pernah mengalami hal seperti Charley, ketika saya menyia-nyiakan waktu kebersamaan yang Tuhan beri untuk saya dan adik perempuan saya. Kami berdua sangat dekat satu sama lain, mungkin karena selisih umur saya yang hanya dua tahun lebih tua dari dia. Kami tidur ditempat tidur yang sama, bermain dengan temen-teman yang sama, bersekolah di tempat yang sama, masa kecil kami selalu kami habiskan berdua, rasanya kami berdua belum pernah bertengkar hebat . Dia adik yang luar biasa, periang , selalu membuat bahagia orang-orang disekelilingnya.Dan hanya Tuhan yang tahu ketika saya mulai mengabaikannya. Ketika saya mulai melanjutkan pendidikan di luar kota, kami berpisah. Ketika saya mulai menemukan dunia baru dengan teman-teman yang baru, ketika saya jarang pulang menjenguk keluarga saya.

Saya bahkan terlambat menyadari ketika Tuhan seakan mengatakan " sudah cukup waktu yang Aku beri untukmu hesti ". Hesti adiku yang sangat kuat, tidak pernah mengeluh sedikitpun ketika ternyata dia menderita suatu penyakit yang kata dokter belum ada obatnya ( pada saat itu ). Saat itu seharusnya saya menunggunya setiap hari, mengajaknya bercerita, membuat hari-hari terakhirnya bahagia. Tapi sayangnya aku tidak pernah melakukannya, saya hanya menemani setiap hari minggu, saya tidak mengajaknya bercerita, saya tidak melakukan hal-hal yang membuat hatinya bahagia, tapi hanya Tuhan saja yang tahu saat itu hatiku selalu mengatakan " Dia tidak akan mati ". Dan ketika saat itu tiba, saya hancur, sedih, marah, dan setelahnya adalah penyesalan. Seharusnya diwaktu-waktu terbatasnya aku selalu berada disampingnya, mendukungnya, membuatnya selalu gembira, ketika saya menyadari betapa saya sangat menyayanginya. Adiku membuka mataku bahwa waktu tidak akan pernah terulang kembali, dan aku tidak boleh menyia-nyiakan waktu itu. Betapa kebersamaan itu sangat berarti dan akan selalu dikenang….( untuk kedua orang tuaku dan kedua adik tercintaku ). Saat ini kami terpisahkan oleh jarak tapi saya selalu ingin menyempatkan waktu menelpon dan mendengar suara-suara orang yang saya kasihi dan mengetahui mereka baik-baik saja.

" Pernahkah kau kehilangan seseorang yang sangat engkau sayangi dan kau ingin bisa bercakap-cakap dengannya sekali lagi, mendapatkan satu lagi kesempatan untuk menggantikan waktu-waktu ketika kau menganggap mereka akan selalu ada selamanya ?, jika pernah , maka kau pasti tahu bahwa seberapa banyakpun kau mengumpulkan hari-harimu sepanjang hidupmu, semua tak akan cukup untuk menggantikan satu hari itu" satu hari yang ingin selalu bisa kau miliki lagi.

Minggu, 10 Mei 2009

7 Hari di Jakarta

Minggu lalu saya melakukan perjalanan ke Jakarta, ibu kota Indonesia tercinta. Perjalanan saya tempuh dengan menggunakan sarana transportasi kereta api, sengaja saya pilih kelas bisnis dengan alasan efisiensi biaya dan ingin tahu seperti apa fasilitas yang diberikan PJKA dengan tarif bisnis yang 100 ribu rupiah. Saat saya naik kereta cukup bersih dan cukup layak untuk kelas bisnis, mungkin karena baru dilakukan perbaikan sana sini ( tampak masih bau cat ). Pedagang asongan juga tidak lagi berkeliaran di dalam kereta, dalam hati saya berkata sampai kapan akan berjalan tertib seperti ini ( maklum di negara kita peraturan hanya kadang berlaku dan diterapkan tak lebih hanya dihitung dengan minggu atau bulan ). Aparat keamanan juga saya liat sesekali keliling loko untuk mengontrol kondisi kereta. hanya satu yang tidak pernah berubah dari kereta api kita, tidak tersedianya kantung sampah dan air bersih ( Indonesia banget yah...).

Menjelang subuh saya tiba di stasiun Jatinegara. Jakarta kota yang menurut saya baca adalah impian hampir setengah penduduk Indonesia. semua yang kita mau tersedia di sini, sumber rejeki dan kesenangan ( kata mereka ). Tapi yang saya lihat pertama kali ketika kereta mulai memasuki kota Bekasi adalah gubuk-gubuk kumuh dan kesemrawutan. Jauh-jauh mereka datang dari kampung yang katanya untuk memperbaiki nasib ternyata yang mereka dapatkan tetap kemelaratan. Banyak dari mereka yang datang hanya bermodalkan tekad tampa ditunjang oleh pendidikan yang cukup, akhirnya pekerjaan yang didapatkan hanya pemulung,pengemis bahkan mungkin bayak yang terjerumus ke dalam dunia kejahatan dan prostitusi.

Esok hari setelah cukup berisitrahat saya janji bertemu dengan salah seorang teman lama, saya menginap di rumah soudara di daerah tebet dan kami janji bertemu di Blok M. MACET !...hampir disemua ruas jalan. sengaja saya memilih untuk sedikit berputar-putar kota dulu sebelum menuju Blok M, seperti apa jakarta sekarang. Problem kemacetan ternyata masih menjadi masalah utama di kota jakarta, padahal pemerintah telah menambah ruas jalan layang dan bus way dengan harapan para pengendara kendaraan pribadi mau beralih menggunakan busway. Tapi kenyataannya ?.... , belum lagi saya dengar sekarang pemda jakarta menerapkan peraturan jam sekolah jam 1/2 tujuh pagi, lagi-lagi dengan alasan untuk menghindari kemacetan,dan lagi-lagi langkah itu ternyata tidak efektif.Jumlah pengguna kendaraan roda empat dan roda dua yang malah kian bertambah ( mungkin salah satunya disebabkan oleh prodeusen kendaraan yang meluncurkan produk mobil murah, yang pada akhirnya banyak keluarga kelas menengah bisa membeli walaupun dengan cara mencicil ), belum lagi harga BBM yang menurut yang saya baca di indonesia harga BBM masih tergolong murah jika dibandingkan dengan negara-negara asia lainnya apalagi eropa dan amerika. Ditambah lagi dengan watak sebagian besar penduduk Indonesia yang masih feodal,yang masih saja menganggap bahwa kebendaan mencerminkan status seseorang.

Kami janjian bertemu di sebuah mall, sambil menunggu teman yang katanya terjebak macet saya memutuskan untuk keliling mall, Semua produk dari kelas menengah hingga yang lux tersedia di mall ini. Dan konsumen juga bayak, hmm....betapa konsumtifnya warga jakarta. seringkali konsumen di mall itu membeli barang-barang tersier yang sesungguhnya tidak penting atau malah mereka telah memiliki barang itu di rumah. Saya tidak tahu,mungkin begitulah cara warga ibu kota membuang rasa penat dengan segala rutinitas hidup. Sepertinya sekarang ini hampir disemua sudut kota jakarta dan sekitarnya mall-mall baru bertebaran, ini membuktikan bahwa penduduk ibu kota sangatlah konsumtif ( karena tidak mungkin mall-mall itu dibangun tampa ada permintaan pasar ). Sayapun membandingkan dengan negara tetangga kita singapura, menurut yang saya baca penduduk singapure memilih untuk saving sebagian penghasilan mereka daripada untuk konsumsi barang-barang tersier, mall-mall di sana lebih banyak dikunjungi oleh para wisatawan asing.kalaupun warga singapure pergi ke mall, mereka lebih banyak duduk-duduk di cafe hanya untuk minum segelas kopi, atau duduk-duduk di taman kota sambil membaca koran sekedar menghirup udara segar. O ya Taman kota, rasanya jakarta sangat miskin dengan taman kota,ruang terbuka hijau yang selain untuk keseimbangan alam juga sebagai tempat warga kota untuk beristirahat sejenak dari rutinitas.

Belum lagi ketika saya mendapati betapa tidak pedulinya penduduk jakarta pada sesama dan lingkungannya. sampah-sampah yang betebaran di pinggir-pinggir jalan dan pinggir kali ( hanya di jalan-jalan protokol , daerah perkantoran dan kompleks perumahan menengah keatas saja yang terlihat bersih ). Tak heran kalau kita kebetulan lewat di jalan kerap kali tercium bau tak sedap akibat sampah-sampah yang membusuk penuh lalat. Saya berpikir bagaimana jakarta setiap tahunnya menjadi langganan banjir. kalau saja kesadaran akan kebersihan dimiliki oleh setengah saja dari penduduk jakarta mungkin banjir tidak akan bertambah parah dari tahun ke tahun, ditambah lagi dengan bertambahnya bangunan gedung-gedung dan perumahan elit yang mungkin kurang mengindahkan amdal.o iya hampir saya lupa, ketika saya pulang saya nyaris tersesat karena salah turun dari bus yang saya tumpangi, saat itu hari hampir gelap, saya putuskan untuk bertanya kepada salah seorang yang kebetulan lewat. ternyata saya salah orang untuk bertanya, ketika dengan baik-baik saya bertanya arah tujuan saya, jawaban yang saya terima hanya "tanya aja ke tukang ojek!" tampa senyum sedikitpun. saya berpikir mungkin dia terburu-buru pulang karena saat itu kebetulan adalah jam pulang kantor, lalu bagaimana kalau saya bodoh dan tidak punya inisiatif atau tidak cukup uang untuk pulang ?.....entahlah.

Masih adakah yang berminat menjadi warga Jakarta ???....ohhh jakarta malangnya nasibmu.


Selasa, 28 April 2009

Feminisme atau Emansipasi ?

Apa itu Feminisme ?

gerakan, tindakan ataupun perilaku yang bersifat Pembebasan terhadap ketidak adilan atau diskriminasi terhadap perempuan yang berhubungan dengan jenis kelamin . itu arti feminis menurut saya. Gerakan feminisme pertama kali dicetuskan di negara barat oleh Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis den Condorcet yang berjuang untuk pendidikan perempuan. sedangkan di Indonesia sejarah feminisme dimulai pada abad ke-18 oleh RA.Kartini, dimana beliau memperjuangkan ( lewat korespondensi dengan salah seorang sahabat penanya ) hak-hak kaum perempuan pada masa itu yang sangat terbelenggu. di negara barat gerakan feminisme berlahan-lahan bermakna negatif , mereka kerap kali melakukan tindakan-tindakan yang radikal yang menolak penindasan perempuan secara vulgar seperti penolakan memakai bra, melegalkan aborsi dan sex bebas. Gelombang feminisme radikal di negara barat berkembang sekitar tahun 60-70an. Feminis radikal yang lahir pada era 60-70an pada dasarnya mempunyai 3 pokok pikiran sebagai berikut: 1. Bahwa perempuan mengalami penindasan, dan yang menindas adalah laki-lakii. Kekuasaan laki-laki ini harus dikenali dan dimengerti, dan tidak boleh direduksi menjadi kekuasaan kapitalis, misalnya. 2. Bahwa perbedaan gender yang sering disebut maskulin dan feminin sepenuhnya adalah konstruksi sosial atau diciptakan oleh masyarakat, sebenarnya tidak atas dasar perbedaan alami perempuan dan laki-laki. Maka yang diperlukan adalah penghapusan peran perempuan dan laki-laki yang diciptakan oleh masyarakat di atas tadi. 3.Bahwa penindasan oleh laki-laki adalah yang paling utama dari seluruh bentuk penindasan lainnya, di mana hal ini menjadi suatu pola penindasan.

Maryam Jameelah dalam bukunya, Islam dan Modernisme menggambarkan hubungan erat arus feminisme dengan para missionaris-orientalis. Pikiran bahwa pengekangan dan pembatasan gerak perempuan termasuk sebab kemunduran Islam telah menginspirasi Qasim Amin untuk menulis buku pada ahun 1901 yang pertama kali menyerang konsep perempuan dalam Islam, The New Women. Menurut Qasim Amin, salah satu sebab kemunduran umat Islam adalah hilangnya keadilan sosial dalam masyarakat yang dalam ini bermula pada rumah tangga, wanita terbelenggu dalam rumah, tidak dijinkan untuk bekerja, diabaikan perasaanya dan hanya sebatas pemuas nafsu. maka dari itu, Qasim Amin menawarkan pendidikan barat sekular yagn menjadikan prempuan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan tidak lagi tergantung dari laki laki.

Bagaimana dengan di Indonesia ?, istilah feminisme masih merupakan wacana baru, seorang ahli filsafat Universitas Indonesia Dr.Gadis Arivia. Gadis adalah pendiri yayasan Jurnal Perempuan, yayasan jurnal perempuan berkecimpung dalam memperjuangkan hak/pembebasan perempuan secara total.Bahwa indonesia yang mewarisi budaya patriaki. budaya ini menciptakan mindset perempuan Indonesia dimana mereka tidak lagi memiliki hak atas tubuh mereka sendiri, contohnya seperti keputusan dalam hal reproduksi dan seks . laki-laki (pasangan hidup ) adalah pemimpin dalam rumah tangga dan keputusan pemimpin adalah absolut, tampa kompromi. Di lain sisi, Wardah Hafidz, menyerukan feminisme sebagai budaya tandingan (counter culture) karena secara tajam ia menggugat atau menantang nilai nilai baku dalam masyarakatnya. Ssesungguhnya budaya tandingan semacam ini sebuah peringatan bahwa pranata sosial dalam masyarakat sedang goyah, sistem pendukung kultural mitos dan simbol tidak lagi berfungsi sebagaimana harusnya, dan keprcayaan atas itu semua telah mati.Para intelektual perempuan indonesia ini berjuang dalam gerakan yang intinya adalah membebaskan kaum perempuan dari diskriminasi yang diciptakan oleh budaya. bahwa perempuan indonesia berhak untuk mengembangkan potensi positif yang mereka miliki baik itu dalam kehidupan rumah tangga,karir ataupun sosial kemasyarakatan. kaum perempuan berhak bicara untuk mengemukakan pendapat.

Di masa sekarang mungkin ada beberapa gerakan feminisme yang bersifat radikal mulai tumbuh di Indonesia.Sama seperti yang pernah tumbuh di negara eropa pada era 60-70an.pembebasan perempuan secara mutlak sehingga menjurus kearah feminis yang vulgar. karena tetap saja adat ketimuran kita yang walau bagaimanapun tidak bisa dilepaskan begitu saja mengakibatkan feminis radikal di indonesia bersifat underground. Sejatinya apapun istilahnya, feminisme menurut saya adalah emansipasi. perempuan indonesia harus merdeka dari diskriminasi , tapi jangan sampai kita melupakan sejatinya kita sebagai Wanita.

Minggu, 26 April 2009

"Door Duistermis Tot Licht "

Bulan April semua wanita indonesia tahu bahwa ini adalah bulannya Wanita, tanggal 21 April yang lalu wanita indonesia memperingati hari Kartini " A woman leader " untuk perubahan perempuan Indonesia melalui bukunya yang berjudul " Habis Gelap Terbitlah Terang " atau " Door Duistermis Tot Licht" . Buku ini adalah kumpulan surat-surat yang ditulis RA.Kartini pada sahabatnya JH.Abendanon, surat-surat kartini yang berisi curahan hati seorang perempuan jawa ningrat yang masih terkungkung oleh aturan- aturan yang membelenggu. Kenapa perempuan hanya boleh dirumah, menjadi istri yang "mengabdi" serta kenapa perempuan diberi batasan dalam pengetahuan. Padahal menurut Kartini ditangan seorang perempuanlah kemajuan dan kehancuran suatu bangsa tercipta. Dalam suratnya yang lain Kartini juga menulis komentar kritisnya tentang agama. Bahwa kenapa kitab suci hanya dilafalkan dan dihafalkan tampa harus dipahami, bahwa kenapa agama dijadikan alasan seseorang untuk berselisih dengan orang lain padahal" agama harus menjaga kita dari berbuat dosa...tapi berapa banyak dosa dibuat orang atas nama agama". Serta alasan kenapa laki-laki mencari pembenaran lewat agama dalam hal poligami. Dari seorang Kartini sungguh kita bisa belajar akan "kemandirian sederhana " seorang perempuan.

Nah....lihatlah perempuan indonesia sekarang. seandainya Kartini masih hidup entah beliau akan tersenyum ataukah menangis sedih. Kalau kita melihat perempuan Indonesia saat ini wow.....!!. Hampir segala aspek kehidupan perempuan mampu nenunjukan eksistensinya, bahkan di dunia yang nyaris hanya "milik" kaum pria sekalipun. Perempuan yang cerdas dan mandiri. Hanya sayang menurut saya, sepertinya sekarang arah kemandirian perempuan mulai bergeser kepada keegoisan perempuan, hingga ada ( saya tidak menyebut banyak ) yang pada akhirnya melenceng jauh dari impian seorang kartini. contoh kecilnya , banyak anak-anak muda kita yang menjadi korban narkoba yang mungkin salah satu pemicunya adalah ketidak harmonisan kedua orang tuanya, dimana sang ibu tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai "ibu" bagi anak-anaknya karena sibuk bekerja. Ada perempuan mandiri yang memutuskan untuk tidak menikah karena merasa mampu menghidupi diri sendiri ( sayangnya mereka memilih untuk hidup tampa ikatan pernikahan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya ). Tapi diatas semua itu sejujurnya saya bangga sebagai perempuan indonesia melihat kemajuan yang dicapai mereka saat ini.

Bagi saya pribadi, kemandirian itu amat sangat penting untuk perempuan saat ini, dalam artian bahwa benar kita harus mampu menjalani dan mengatasi hidup kita sendiri sebaik mungkin, dan untuk itu seorang perempuan haruslah cerdas, dengan kecerdasan diharapkan akan muncul kearifan hidup. kemandirian bukan berati kesombongan, karena Perempuan juga adalah makhluk "homo sapiens"yang perlu manusia lain di sekelilingnya. dan satu lagi...menurut saya perempuan harus mampu menentukan sikap dan bertanggung jawab atasnya.sebagai contoh saya akan menceritakan diri saya sendiri. Saya perempuan 31 tahun, bekerja dan lajang, dan anda tahu bagaimana pandangan masyarakat tentang usia saya dan status kelajangan saya ( saya tinggal di daerah ), tapi saya tidak peduli , saya memiliki sikap yang jelas dalam hal ini, bahwa kelak saya akan menikah dengan pria yang mau menjadi partner hidup yang baik satu sama lain.saya tidak mau menikah karena orang lain saya mau menikah karena keinginan saya sendiri.akan sangat baik menurut saya ketika seorang perempuan tersebut berprestasi dalam karirnya tapi juga berprestasi dalam "kehidupan".

Selamat hari Kartini untuk seluruh perempuan indonesia.


Jumat, 24 April 2009

Prakata

saya termasuk salah satu yang terlambat mengenal Blog , maklumlah ketika itu saya hanya berpikir bahwa internet adalah chatting, browsing dan e-mail. sebenernya saya telah mengetahui apa itu dan manfaat dari blog, tapi hanya sekedar tahu tanpa ingin memamfaatkan sarana blog. Dan ketika saya iseng-iseng mencoba masuk ke dalam situs blogspot dan registrasi .....hmmm seketika muncul banyak ide yang mungkin bisa saya tuangkan lewat blog. Saya suka menulis ( walaupun apa yang saya tulis adalah hal-hal spontanitas alias tanpa konsep ), saya juga ingin suatu hari nanti bisa mengenalkan bisnis kecil-kecilan yang saat ini coba saya rintis ( dan ternyata untuk memulai berbisnis itu tidaklah mudah , sekali lagi lewat blog saya bisa sharring dengan teman-teman blogger yang telah sukses merintis sebuah bisnis rumahan seperti saya ).
Keinginan untuk memiliki blog sebenarnya berawal dari salah seorang teman, lewat YM dia menulis pesan untuk membaca dan memberi comment tentang tulisan di blognya mangadon@blogspot.com. di blog teman saya menulis tentang kegiataannya selama mengikuti syuting Program Wira Usaha Mandiri , sebuah acara yang memberi inspirasi bagi para calon wirausaha muda.dan topik blognya adalah tentang wirausaha muda yang sukses berbisnis lewat blog.
Dari situ saya mulai berpikir ...wow sepertinya saya harus mengikuti jejak teman saya , memiliki blog sendiri dan memanfaatkan fasilitas yang diberikan blog ini untuk kepentingan usaha saya nanti.
Demikian prakata singkat dari saya, salam kenal buat blogger semua.