Sekar tertunduk merenung di balik sel di sebuah penjara wanita Shansui Kota Guangzhou propinsi ghuan dong Cina. Setetes air mata mengalir di wajahnya yang masih menyisakan sisa sisa keayuan di masa muda, pelan-pelan perempuan jawa berusia 34 tahun itu menyeka wajahnya yang seakan tak bisa kering dari air mata. “ cepat bersiap , sebentar lagi kamu harus mengikuti sidang terakhirmu ” , sipir penjara bernama Liang Shaolin berkata dengan nada datar, Liang sipir penjara berusia kurang lebih 40 nan tahun , walaupun begitu tubuhnya masih terlihat bugar, berwajah bulat oriental , Liang Shaolin dikenal sebagai sipir penjara yang tegas sekaligus arif,dia pernah berkata “ aku tidak ingin menganggap kalian sebagai penjahat , aku tahu tidak semua perempuan yang masuk ke penjara ini melakukan kesalahan karena keinginan , mungkin mereka melakukan itu karena keadaan ataupun paksaan dan kalian tidak berdaya”. Dan selama sekar berada di penjara hampir 8 bulan lamanya hanya kepada seorang Liang Shaolin ia meratapi nasib buruknya, perbedaan bahasa tidak menghalangi kedekatan sin cu dan sekar, bahasa tubuh serta air mata sekar setiap kali mengurai getir perjalanan hidupnya telah cukup membuat sipir Liang mengerti.
Sekar berjalan pelan menyusuri lorong penjara diapit oleh dua polisi pria dan Liang Shaolin. “ bersikaplah tenang di pengadilan nanti, aku berharap keputusan pengadilan tidak seburuk dugaan, aku berdoa untukmu” liang memegang erat telapak tangan sekar memberi kekuatan pada perempuan yang tengah mengalami nasib malang di negeri yang sangat jauh dari kampung halamannya. “ terima kasih , hanya engkau teman yang aku miliki di tempat asing ini, aku barharap kemalanganku segera berakhir ….terima kasih” dipeluk eratnya sipir penjara wanita itu , sekar menyeka sekali lagi air mata di pipinya yang pucat.” Aku tidak ingin menangis lagi apapun nanti yang pengadilan putuskan untukku sipir Liang, aku pasrah, mungkin ini memang cerita hidup yang Tuhan tuliskan untukku…sekali lagi terima kasih ”. Liang Shaolin mengusap lembut punggung sekar tampa berkata,dibimbingnya sekar menuju mobil tahanan yang akan membawanya menuju pengadilan kota ghuan dong , setalah menandatangani berkas sekar dan menyerahkan pada salah seorang polisi yang akan membawa sekar ke pengadilan, sekali lagi Liang shaolin menatap lekat sekar, kepalanya mengangguk berlahan dan sekar membalasnya dengan anggukan dan tersenyum. Pelan-pelan mobil tahanan itu bergerak keluar area penjara wanita menuju gedung pengadilan , sekar duduk melipatkan kedua tangannya …diam.
“ Bapak…aku mau terus melanjutkan sekolah setidaknya hingga SMA, aku tidak keberatan setelah pulang sekolah seharian membantu bapak dan simbok berkerja di perkebunan pak manten” sekar menghiba merengek pada ayahnya, saat itu sekar gadis remaja berusia 16 tahun, tengah menyelesaikan ujian terakhirnya di sebuah SMP negeri di kota kecil Wonosobo. “ ora iso nduk….bapak tidak sanggup membiayai sekolahmu nanti, masih ada adikmu seno dan agung , cukuplah kamu sekolah sampai SMP nduk, kamu cah wedok…wis gede, sekarang waktumu bantu bapak dan simbok di rumah”,ayah sekar pelan mengelur rambut lurus sekar sambil sebelah tangannya menghisap rokok klinting buatannya sendiri. Sekar menangis berlari menuju bilik kamarnya yang terbuat dari anyaman bambu itu , “ aku hanya ingin sekolah…aku hanya ingin sekolah bapak….” Bibirnya mengguman disela-sela isak tangisnya “ kenapa sih kami harus semiskin ini…aku tidak ingin apa-apa ..aku hanya ingin bisa sekolah” bibir mungilnya terus mengguman dan mengguman , hingga karena lelah sekar kecilpun tertidur.
Pelan-pelan terdengar pintu bilik sekar digeser, tersembul seraut wajah tirus milik seorang perempuan paruh baya, wajahnya sebenarnya cantik, namun tertutup oleh kerut dan mata yang masih terlihat lelah walaupun pagi masih menunjukan pukul 6.30. “ nduk…bangun wis isuk ki lo, sholat … bukankah hari ini kamu sekolah ? , diusapnya rambut putri tersayangnya sepenuh hati, dalam hati ia berkata “ andai aku bisa, aku ingin mewujudkan keinginan besarmu itu nak”, “ jam berapa mak?” sekar menggeliatnya badannya pelan-pelan,” jam ½ 6 nduk…ayo lekas bangun “. Sekar beranjak dari ranjang nya yang kecil menuju belakang rumah, adiknya seno dan agung tengah bergantian menimba air untuk mereka mandi. Seno dan agung dua adik laki-laki sekar yang masing masing masih duduk di kelas 4 sekolah dasar dan 1 SMP hampir berbarengan menoleh kearah kakak sulung mereka “ kak sekar gantian nimba airnya ya ?” , “ sebentar kakak wudhu dulu , kalian berdua cepat mandi nanti kakak yang teruskan isi kolam “ sekar segera mengambil air wudhu, masuk kembali ke dalam , tak berapa lama telah muncul kembali ke belakang, sambil mengisi kolam hati sekar masih terus bertanya sebegitu miskinkah kami hingga hanya untuk bersekolah saja itu tidak mungkin.
Dari dalam mobil tahanan sekar memandang ke luar, akhir bulan januari , sisa-sisa salju masih terlihat menggantung di pucuk-pucuk dahan pepohonan , sebentar lagi musim semi menjelang, daun-daun akan kembali tumbuh disusul bunga-bunga bermekaran,” aku rindu rumahku , kampungku dan keluargaku dan oh buah hatiku si kembar bunga dan sekar, “ bagaimana keadaan kalian anak-anaku, sebesar apa kalian sekarang” air mata yang setengah mati ditahan agar tidak menetes sedari rumah tahanan tadi tak kuasa dibendung lagi ketika sekar mengingat buah hati dan simboknya, orang – orang yang sangat berarti dalam hidupnya, hanya demi merekalah sekar rela bertahun-tahun merantau sebagai TKW di beberapa Negara, dalam hatinya selalu berkata “ tak akan kubiarkan kedua anakku sepertiku, aku ingin kalian bisa sekolah setinggi-tingginya hingga kelak kalian menjadi perempuan mandiri kebanggaan ibu” , oh Tuhan….., kedua tangan sekar menutup wajahnya , air mata semakin dan semakin deras menetes “ maafkan
ibu nak….maafkan ibu…….
Sabtu, 16 April 2011
Rabu, 06 April 2011
F** the Perfect
Ketika remaja aku sering dihinggapi rasa iri bila melihat remaja sebayaku yang memiliki tubuh molek, kulit putih bersih dan berwajah cantik apalagi bila mereka memiliki kelebihan dalam financial, aku membayangkan rasanya sempurna sekali mereka terlahir ke dunia . aku ingat ketika di bangku SMA memiliki teman satu kelas yang hampir seisi sekolah mengaguminya terutama para pria. Berwajah cantik molek berkulit putih bersih berasal dari keluraga kaya pula ( walaupun isi otaknya biasa-biasa saja ….tapi siapa peduli !), menjadikannya bak bidadari di sekolah kami. Karena kecantikannya seringkali sekolah mendelagasikan dia sebagai wakil sekolah di berbagai lomba ( tentunya yang tidak berhubungan dengan kecerdasan …). Sering kali aku memperhatikan gerak-geriknya, ingin rasannya bisa meniru gaya dandannya, gaya bicaranya atau bila perlu gaya jalannya. Yang aku pikirkan saat itu hanyalah “ aku ingin sepertinya”.
Ketika aku berkata pada ibu “ bu, kenapa sih aku harus bertubuh kurus kerempeng, sering sakit, berkulit coklat berambut keriting tipis …kenapa juga ayah hanya jadi pegawai negeri biasa yang, kenapa ibu hanya memberi aku uang saku hanya cukup untuk ongkos dan beli makan siang di sekolah, aku kan ingin juga membeli pernak-pernik seperti teman-teman yang lain “ , dan dengan bijak ibuku menjawab “ siapa bilang kamu jelak? kamu anak ibu yang cantik dan istimewa, kelak kamu dewasa nanti kamu akan mengerti betapa istimewanya dirimu “ sambil beliau membelai saying rambutku.
Tentu saja saat itu aku tidak bisa mengerti arti kata-kata ibuku ( karena yang ada di otakku saat itu adalah “ betapa tidak adilnya Tuhan melahirkan aku !” ibuku sendiri adalah perempuan dengan wajah cantik ( mungkin aku lebih mirip ayah …hehe ). Saat itu aku tidak menyadari bahwa aku terlahir memiliki sifat keras kepala ( ayah ibuku berkata “ anakku yang satu ini kalau sudah menginginkan sesuatu gak pernah bisa dipenggak ( dicegah )” ), ingin tahu sekaligus ceroboh dan pelupa. Kebetulan atau karena keterbatasan keluarga kami pula dirumah kami tidak ada fasilitas televisi saat itu, sebagai gantinya ayah akan selalu membawa Koran harian setiap beliau pulang kantor atau membelikan kami bacaan anak-anak , dan itu manjadikan kami anak-anaknya menjadi gemar membaca ( karena gak ada hiburan lain selain buku dan radio !...*_* ). Ketika SMA dan harus membuat tugas akhir aku berkata “ aku tidak mau ikut study tour, aku gak mau membuat karya tulis yang sama dengan teman-teman “, dan karya tulis yang berhasil aku susun saat itu berjudul “ Seluk Beluk Penyakit Kanker Rahim “…hehe karya tulis yang cukup berat untuk ukuran SMA menurutku . bahan aku kumpulkan dibantu ayah ( saat itu ayah membawa beberapa buku tentang kanker yang beliau pinjam dari perustakaan kantor , ayah bekerja di RSUD ). Betapa bangganya aku saat itu bisa membuat sesuatu yang berbeda dari teman-temanku.
Waktu memberi banyak pelajaran dan membentuk pribadi yang sebenarnya, seperti aku. Semakin aku dewasa semakin aku merasa bahagia dengan semua yang ada di diriku. Aku bahagia karena diberi keinginan untuk menulis, aku bahagia karena diberi kesempatan menjalani aktifitas mengajar diluar pekerjaan formalku ( sedari kecil ketika orang bertanya “ apa cita-citamu nak?” dengan lantang kujawab “ guru!” ), aku bahagia bisa menjadi perempuan yang mandiri sekaligus bahagia karena Tuhan memberi aku keras kepala, serba ingin tahu , pelupa sekaligus ceroboh , dan aku rasa teman-teman ku pun bahagia bila dekat denganku. Tidak perlu menjadi orang lain untuk bisa disayangi karena seperti kata ibuku “ engkau istimewa anakku “ ….ya aku tau bahwa aku memiliki kelebihan yang orang lain belum tentu punya dan tentu ini juga berlaku untuk semua pembaca , yakinlah bahwa masing-masing kita memiliki kelebihan, temukan galilah dan tunjukan ( tentu saja kelebihan yang positif ya….). nyamanlah dengan diri sendiri dan tunjukan kelebihan positif kita, karena itu akan menjadikan kita unik dan keunikan itu yang membuat kita istimewa.
Ketika remaja aku sering dihinggapi rasa iri bila melihat remaja sebayaku yang memiliki tubuh molek, kulit putih bersih dan berwajah cantik apalagi bila mereka memiliki kelebihan dalam financial, aku membayangkan rasanya sempurna sekali mereka terlahir ke dunia . aku ingat ketika di bangku SMA memiliki teman satu kelas yang hampir seisi sekolah mengaguminya terutama para pria. Berwajah cantik molek berkulit putih bersih berasal dari keluraga kaya pula ( walaupun isi otaknya biasa-biasa saja ….tapi siapa peduli !), menjadikannya bak bidadari di sekolah kami. Karena kecantikannya seringkali sekolah mendelagasikan dia sebagai wakil sekolah di berbagai lomba ( tentunya yang tidak berhubungan dengan kecerdasan …). Sering kali aku memperhatikan gerak-geriknya, ingin rasannya bisa meniru gaya dandannya, gaya bicaranya atau bila perlu gaya jalannya. Yang aku pikirkan saat itu hanyalah “ aku ingin sepertinya”.
Ketika aku berkata pada ibu “ bu, kenapa sih aku harus bertubuh kurus kerempeng, sering sakit, berkulit coklat berambut keriting tipis …kenapa juga ayah hanya jadi pegawai negeri biasa yang, kenapa ibu hanya memberi aku uang saku hanya cukup untuk ongkos dan beli makan siang di sekolah, aku kan ingin juga membeli pernak-pernik seperti teman-teman yang lain “ , dan dengan bijak ibuku menjawab “ siapa bilang kamu jelak? kamu anak ibu yang cantik dan istimewa, kelak kamu dewasa nanti kamu akan mengerti betapa istimewanya dirimu “ sambil beliau membelai saying rambutku.
Tentu saja saat itu aku tidak bisa mengerti arti kata-kata ibuku ( karena yang ada di otakku saat itu adalah “ betapa tidak adilnya Tuhan melahirkan aku !” ibuku sendiri adalah perempuan dengan wajah cantik ( mungkin aku lebih mirip ayah …hehe ). Saat itu aku tidak menyadari bahwa aku terlahir memiliki sifat keras kepala ( ayah ibuku berkata “ anakku yang satu ini kalau sudah menginginkan sesuatu gak pernah bisa dipenggak ( dicegah )” ), ingin tahu sekaligus ceroboh dan pelupa. Kebetulan atau karena keterbatasan keluarga kami pula dirumah kami tidak ada fasilitas televisi saat itu, sebagai gantinya ayah akan selalu membawa Koran harian setiap beliau pulang kantor atau membelikan kami bacaan anak-anak , dan itu manjadikan kami anak-anaknya menjadi gemar membaca ( karena gak ada hiburan lain selain buku dan radio !...*_* ). Ketika SMA dan harus membuat tugas akhir aku berkata “ aku tidak mau ikut study tour, aku gak mau membuat karya tulis yang sama dengan teman-teman “, dan karya tulis yang berhasil aku susun saat itu berjudul “ Seluk Beluk Penyakit Kanker Rahim “…hehe karya tulis yang cukup berat untuk ukuran SMA menurutku . bahan aku kumpulkan dibantu ayah ( saat itu ayah membawa beberapa buku tentang kanker yang beliau pinjam dari perustakaan kantor , ayah bekerja di RSUD ). Betapa bangganya aku saat itu bisa membuat sesuatu yang berbeda dari teman-temanku.
Waktu memberi banyak pelajaran dan membentuk pribadi yang sebenarnya, seperti aku. Semakin aku dewasa semakin aku merasa bahagia dengan semua yang ada di diriku. Aku bahagia karena diberi keinginan untuk menulis, aku bahagia karena diberi kesempatan menjalani aktifitas mengajar diluar pekerjaan formalku ( sedari kecil ketika orang bertanya “ apa cita-citamu nak?” dengan lantang kujawab “ guru!” ), aku bahagia bisa menjadi perempuan yang mandiri sekaligus bahagia karena Tuhan memberi aku keras kepala, serba ingin tahu , pelupa sekaligus ceroboh , dan aku rasa teman-teman ku pun bahagia bila dekat denganku. Tidak perlu menjadi orang lain untuk bisa disayangi karena seperti kata ibuku “ engkau istimewa anakku “ ….ya aku tau bahwa aku memiliki kelebihan yang orang lain belum tentu punya dan tentu ini juga berlaku untuk semua pembaca , yakinlah bahwa masing-masing kita memiliki kelebihan, temukan galilah dan tunjukan ( tentu saja kelebihan yang positif ya….). nyamanlah dengan diri sendiri dan tunjukan kelebihan positif kita, karena itu akan menjadikan kita unik dan keunikan itu yang membuat kita istimewa.
Me and My Lovely Husband
Bila kelak kau menjadi teman hidupku nanti, aku ingin kau tetap menjadi kau apa apanya, dengan kehidupanmu dengan teman temanmu dengan impian dan harapanmu, tak sedikitpun keinginan untuk menjadi sangkar merampas kebebasanmu karena aku selalu ingin melihatmu tersenyum tertawa bersama ku , keluarga dan teman-temanmu, melihatmu bersemangat dalam meraih impianmu dan harapanmu.
Bila kelak kau menjadi teman hidupmu nanti, aku ingin bisa selalu menciummu ketika malam menjelang dan pagi menjemput, aku ingin bisa selalu membuatkan secangkir kopi panas untuk kita berdua sambil kita berbincang tentang hari ini dan harapan di hari esok, aku ingin selalu bisa menyiapkan apapun keperluanmu , aku ingin selalu bisa menjagamu ketika engkau sakit memerlukan peluk hangat tubuhku karena kau sekarang alasan ku satu-satunya berada disini disisimu.
Bila kelak kau menjadi teman hidupku nanti, aku ingin kau bersabar dengan pribadiku seperti aku bersabar dengan pribadimu, aku ingin kau menegurku ketika aku lupa seperti aku menegurmu ketika kau lupa, aku ingin kita berdebat bertengkar ketika masalah itu ada dan berdamai tampa harus mengungkitnya, aku ingin kau memaafkan ku seperti aku memaafkanmu selalu, Karena kita sekarang adalah dua individu yang belajar untuk satu.
Bila kelak kau menjadi teman hidupku nanti, aku ingin hanya bercinta dengamu, memiliki buah cintamu kemudian kita bersama menjaga, merawat serta melimpahinya dengan kasih sayang, kau akan membuatnya bangga memiliki ayah sepertimu dan aku akan membuatnya berharga memiliki ibu sepertiku. Walaupun akan sangat berliku tapi keyakinan itu harus tetap terjaga, Karena dia adalah amanah dari-Nya.
Bila kelak kau menjadi teman hidupku nanti , aku ingin kau menjaga kejujuranmu seperti aku menjaga kejujuranku padamu karena kita tidak sempurna, aku ingin melihatmu selalu menyayangi kedua orang tua kita seperti aku ingin selalu menyayangi mereka karena mereka pantas kita hormati , aku ingin kita bersama dalam kasih hingga nanti anak-anak kita dewasa dan kita meneruskan kehidupan kepadanya.
Aku menyayangimu.
Bila kelak kau menjadi teman hidupku nanti, aku ingin kau tetap menjadi kau apa apanya, dengan kehidupanmu dengan teman temanmu dengan impian dan harapanmu, tak sedikitpun keinginan untuk menjadi sangkar merampas kebebasanmu karena aku selalu ingin melihatmu tersenyum tertawa bersama ku , keluarga dan teman-temanmu, melihatmu bersemangat dalam meraih impianmu dan harapanmu.
Bila kelak kau menjadi teman hidupmu nanti, aku ingin bisa selalu menciummu ketika malam menjelang dan pagi menjemput, aku ingin bisa selalu membuatkan secangkir kopi panas untuk kita berdua sambil kita berbincang tentang hari ini dan harapan di hari esok, aku ingin selalu bisa menyiapkan apapun keperluanmu , aku ingin selalu bisa menjagamu ketika engkau sakit memerlukan peluk hangat tubuhku karena kau sekarang alasan ku satu-satunya berada disini disisimu.
Bila kelak kau menjadi teman hidupku nanti, aku ingin kau bersabar dengan pribadiku seperti aku bersabar dengan pribadimu, aku ingin kau menegurku ketika aku lupa seperti aku menegurmu ketika kau lupa, aku ingin kita berdebat bertengkar ketika masalah itu ada dan berdamai tampa harus mengungkitnya, aku ingin kau memaafkan ku seperti aku memaafkanmu selalu, Karena kita sekarang adalah dua individu yang belajar untuk satu.
Bila kelak kau menjadi teman hidupku nanti, aku ingin hanya bercinta dengamu, memiliki buah cintamu kemudian kita bersama menjaga, merawat serta melimpahinya dengan kasih sayang, kau akan membuatnya bangga memiliki ayah sepertimu dan aku akan membuatnya berharga memiliki ibu sepertiku. Walaupun akan sangat berliku tapi keyakinan itu harus tetap terjaga, Karena dia adalah amanah dari-Nya.
Bila kelak kau menjadi teman hidupku nanti , aku ingin kau menjaga kejujuranmu seperti aku menjaga kejujuranku padamu karena kita tidak sempurna, aku ingin melihatmu selalu menyayangi kedua orang tua kita seperti aku ingin selalu menyayangi mereka karena mereka pantas kita hormati , aku ingin kita bersama dalam kasih hingga nanti anak-anak kita dewasa dan kita meneruskan kehidupan kepadanya.
Aku menyayangimu.
My Lovely Body
Aku mencintai tubuhku, seperti seorang kekasih mencintai pasangannya. Aku bisa membelai dan merasakan setiap lekukannya bahkan seringkali merasakan gairah ketika menyentuhnya. Dalam ketelanjangan kurasakan kejujuran kehangatan hingga aku tak peduli kamu…kamu…dan kamu…!
aku menyayangi tubuhku seperti seorang ibu menyayangi anaknya. Tak pernah terbersit untukku menyakiti mengabaikannya, dan tak akan kubiarkan orang lain menyentuh melukainya , hanya akan rela kupasrahkan tubuhku pada yang berhati tulus berbagi denganku menjagaku seperti aku tulus berbagi serta menjaganya.
dan aku menghargai tubuhku seperti seseorang yang memiliki intan permata, kubasuh kubersihkan tubuhku dengan wewangian bunga surgawi, kulindungi dan kututup tubuhku dengan selembut kain sutera serta kujaga gemulai tubuhku dengan laku terpuji.
Jaga sayangi dan kenali tubuh kita dengan baik, karena sebaik-baikknya kita menjaga tubuh kita maka sebaik-baiknyalah kita dimata mereka.
Ini tulisan pendek, tulisan perdanaku di blog setelah setahun tidak pernah aktif menulis. Semoga setelah ini akan terus mengalir ide hingga aku bisa menulis…menulis..dan menulis ( walalupun kuakui tulisanku masih tak berbobot karena sulit bo !...). mohon bantuan dan arahan dari teman-teman semua.
Aku mencintai tubuhku, seperti seorang kekasih mencintai pasangannya. Aku bisa membelai dan merasakan setiap lekukannya bahkan seringkali merasakan gairah ketika menyentuhnya. Dalam ketelanjangan kurasakan kejujuran kehangatan hingga aku tak peduli kamu…kamu…dan kamu…!
aku menyayangi tubuhku seperti seorang ibu menyayangi anaknya. Tak pernah terbersit untukku menyakiti mengabaikannya, dan tak akan kubiarkan orang lain menyentuh melukainya , hanya akan rela kupasrahkan tubuhku pada yang berhati tulus berbagi denganku menjagaku seperti aku tulus berbagi serta menjaganya.
dan aku menghargai tubuhku seperti seseorang yang memiliki intan permata, kubasuh kubersihkan tubuhku dengan wewangian bunga surgawi, kulindungi dan kututup tubuhku dengan selembut kain sutera serta kujaga gemulai tubuhku dengan laku terpuji.
Jaga sayangi dan kenali tubuh kita dengan baik, karena sebaik-baikknya kita menjaga tubuh kita maka sebaik-baiknyalah kita dimata mereka.
Ini tulisan pendek, tulisan perdanaku di blog setelah setahun tidak pernah aktif menulis. Semoga setelah ini akan terus mengalir ide hingga aku bisa menulis…menulis..dan menulis ( walalupun kuakui tulisanku masih tak berbobot karena sulit bo !...). mohon bantuan dan arahan dari teman-teman semua.
Langganan:
Postingan (Atom)
